Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
14 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
16 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
19 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
4 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
19 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

MPR RI Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI di Kongo

MPR RI Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI di Kongo
Serda Rama Wahyudi, seorang anggota TNI yang Tewas akibat serangan milisi di Kongo. (Istimewa)
Rabu, 24 Juni 2020 14:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan duka cita  mendalam atas gugurnya prajurit TNI Serma Rama Wahyudi saat menjalankan tugasnya sebagai anggota pasukan perdamaian Indonesia  pada Misi MONUSCO di Kongo.

Serma TNI Rama Wahyudi tewas saat melakukan patroli karena diserang oleh kelompok milisi, Senin malam waktu setempat. 

"Kita semua turut berbelasungkawa dengan gugurnya prajurit TNI Serma Rama Wahyudi saat mengemban tugas mulia sebagai pasukan perdamaian Indonesia di Kongo. Tentu tidak mudah menerima berita duka ini. Rasa simpati yang besar juga kita berikan kepada keluarga almarhum Serma TNI Rama Wahyudi, dan juga kepada keluarga besar TNI," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (24/6/20).

Mantan Ketua DPR RI ini mengutuk kelompok milisi pelaku serangan yang mengakibatkan gugurnya Serma Rama Wahyudi. Terlebih pasukan keamanan PBB ditempatkan di Kongo guna menjaga dan mengawasi proses perdamaian di wilayah tersebut.

‘’Saya mendesak kementerian Luar negeri segera berkoordinasi dengan PBB dan Pemerintah Kongo untuk menyelidiki serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian itu. Penyerangan terhadap pasukan keamanan PBB yang bertugas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,’’ tegas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap gugurnya Serma Rama Wahyudi tidak menyurutkan moral prajurit TNI untuk terus berperan menjaga perdamaian dunia. Karenanya, Kementerian Luar Negeri RI dan TNI harus memastikan jenazah almarhum bisa segera tiba di tanah air. 

"Pemerintah dan TNI sangat layak menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Serma Rama Wahyudi. Almarhum merupakan pahlawan yang gugur di luar negeri saat menjalankan tugas negara," pungkas Bamsoet.***


Loading...
www www