Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
16 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
15 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
15 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
23 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
23 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

7 Akun Pengunggah Tagar Tangkap Mega dan Bubarkan PDIP Dipolisikan

7 Akun Pengunggah Tagar Tangkap Mega dan Bubarkan PDIP Dipolisikan
Rabu, 24 Juni 2020 17:57 WIB
JAKARTA - DPC PDIP Kota Yogyakarta melaporkan tujuh akun media sosial ke Polda DIY. Diduga akun itu melanggar UU ITE dan menyebarkan ujaran kebencian.

"Hari ini kami dari DPC PDIP Kota Yogyakarta melaporkan tujuh akun ke Polda DIY yang diduga pelanggaran UU ITE," kata Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto saat ditemui wartawan di Mapolda DIY, Sleman, Rabu (24/6/2020).

Pihaknya melaporkan akun-akun itu karena mengunggah posting-an yang diduga mengandung ujaran kebencian. Eko lalu menyebut dua tagar yang diunggah akun-akun tersebut.

"Fakta yang kami temukan ada ujaran kebencian, fitnah, kemudian hasutan dan hoaks. Mengunggah tagar #tangkapmega dan #bubarkanPDIP," jelasnya.

Menurut Eko, pihaknya menempuh jalur hukum dan melaporkan akun itu ke Polda DIY karena akun itu dianggap mencemarkan nama baik Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.

"Bu Mega ini kan Ketua Umum. Selain itu, kan beliau presiden kelima. Selain itu, Bu Mega lahir di Yogya, menjadi kewajiban kami untuk menjaga harkat martabat Bu Mega dan PDIP dari serangan hoaks dan fitnah," ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY itu juga menyebut tagar itu merupakan sesuatu yang ngawur. Menurutnya, tuntutan yang diusung di tagar itu juga salah kaprah dan inkonstitusional sehingga perlu diproses hukum. Eko juga meminta para pihak yang melontarkan ujaran kebencian segera menyerahkan diri.

Namun, ketika ditanya ketujuh akun yang dilaporkan tersebut, Eko enggan membeberkan kepada wartawan. Dia hanya menjawab. "Besok saja, akan kami update lagi," kilahnya.

"Dan internal kami minta untuk kader PDIP untuk menjaga harkat martabat partai dan Bu Mega," pintanya.

"Kita minta teman-teman kader jangan terprovokasi dan tidak boleh melakukan tindakan di luar hukum," lanjut Eko.

Diwawancarai terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto mengatakan telah menerima laporan. Pihaknya akan segera memeriksa saksi-saksi.

"Kami telah menerima laporan resmi dari DPC PDIP Kota Yogyakarta. Melaporkan beberapa akun yang mengunggah posting-an yang menurut pelapor ujaran kebencian. Nanti kami akan mengambil keterangan dari pelapor dan mengumpulkan petunjuk," kata Yuli.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Gelora.co
Kategori : Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, GoNews Group

Loading...
www www