Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
2
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
Internasional
19 jam yang lalu
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
3
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
Internasional
17 jam yang lalu
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
4
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
Politik
20 jam yang lalu
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
5
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
Politik
20 jam yang lalu
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
6
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Politik
14 jam yang lalu
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Manipulasi Timbangan hingga Pemotongan Dana Terjadi saat Penyaluran Bansos Covid-19

Manipulasi Timbangan hingga Pemotongan Dana Terjadi saat Penyaluran Bansos Covid-19
Ilustrasi (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 15:05 WIB
JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono membeberkan sejumlah kasus yang ditemukan Satgas Khusus Pengawasan Dana Covid-19.

"Dari informasi yang masuk, ada enam kasus di Polda Sumut, dua kasus di Polda Banten. Proses masih berlanjut," kata Brigjen Awi, Jumat (19/6).

Menurut dia, dari kasus tersebut, ada kasus yang kerugiannya kecil sehingga penyelesaiannya dengan dimediasi.

"Misalnya ada pemotongan Rp100 ribu, Rp150 ribu. Itu diselesaikan. Kami berharap (penyaluran) bansos ini tepat sasaran. Kalau bisa mediasi jika kerugiannya kecil. Dikembalikan (dana kerugian)," katanya.

Sementara untuk kasus dengan kerugian cukup besar masih dalam penyelidikan.

"Yang ditangani Polres Simalungun, juga adanya manipulasi timbangan bansos, dipotong 2 kilogram bansos. Masih diselidiki prosesnya termasuk (masih didalami) kerugian, data penerima bansos," katanya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menegaskan Polri siap menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas pihak-pihak yang berani menyelewengkan dana yang digelontorkan Pemerintah untuk membantu perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Kapolri Idham menyusul permintaan Presiden Jokowi kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum pejabat yang nekat melakukan tindak pidana korupsi di tengah pandemi corona.

Kapolri Idham mengatakan bahwa Korps Bhayangkara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Tak hanya di tingkat Mabes Polri, satgas ini juga ada di 34 Polda dan Polres jajaran. Satgas tersebut akan menindak oknum yang menyalahgunakan dana yang dikhususkan bagi rakyat itu.

Idham pun memperingatkan semua pihak agar tidak menyalahgunakan prosedur pencairan dana penanganan Covid-19 dengan tujuan memperkaya diri.

"Presiden sudah mempermudah proses pencairan dana Covid. Awas, siapa saja yang ingin bermain curang, akan saya sikat! Hukumannya sangat berat," tegas Kapolri Idham.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, GoNews Group

wwwwww