Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tambang Emas Ilegal di Luwu Milik Pengusaha China, Raup 35 Gram Sehari
2
Terbakar, Asrama MTI Kapau Agam Ini Ludes Dilalap Kobaran Api
Peristiwa
23 jam yang lalu
Terbakar, Asrama MTI Kapau Agam Ini Ludes Dilalap Kobaran Api
3
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
Internasional
18 jam yang lalu
Hebatnya Putin di Sidang Umum PBB, Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis
4
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
Internasional
15 jam yang lalu
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
5
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
Politik
19 jam yang lalu
Singgung Palestina saat Pidato di SU PBB, PKS Terima Kasih ke Presiden Jokowi
6
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
Politik
19 jam yang lalu
Baru 4 Desa yang Mendunia, DPR Desak Kemenpar Genjot Sektor Wisata Desa
Home  /  Berita  /  Internasional

Komisi I DPR Mengutuk Keras Rencana Pencapolkan Israel terhadap Wilayah Tepi Barat Palestina

Komisi I DPR Mengutuk Keras Rencana Pencapolkan Israel terhadap Wilayah Tepi Barat Palestina
Kamis, 11 Juni 2020 15:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, H. Syaifullah Tamliha mengutuk keras rencana pencaplokan Tepi Barat Palestina oleh Israel.

"Kita mengutuk keras rencana Israel yang akan mencaplok Tepi Barat Palestina. Israel merupakan negara munafik yang tidak pernah ‘Istiqomah’ terhadap perjanjian dengan Palestina, terutama garis batas tahun 1967," tegas Tamliha, Kamis (11/6/2020).

Menurut Politisi PPP asal Kalimantan Selatan itu, rencna Israel tersebut justeru akan menimbulkan beberapa dampak. Di antaranya, memanaskan situasi politik internasional.

"Penyelesaian konflik antara kedua negara (Palestina dan Israel) semakin sulit untuk diselesaikan. Rencana Isrel itu bertentangan dengan resolusi dan hukum internasional PBB. Ini juga merusak mimpi warga Palestina yang ingin hidup secara damai dan mendapatkan haknya," tandasnya.

Untuk itu, Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk segera megeluarkan pernyataan resmi, untuk menolak rencana Israel mencaplok Tepi Barat dan pemenuhan hak Palestina.

"Pemerintah dalam hal ini Presiden dan Menlu harus mengajak 30 negara sahabat untuk bersama-sama membendung rencana Israel menganeksasi Tepi Barat Palestina tersebut," imbaunya.

Masih kata Tamliha, Politik luar negeri Indonesia terkait Palestina sangat jelas dan konsisten dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia hanya mengakui negara Palestina dan menolak keras ‘pendudukan’ Israel atas Palestina.

Prinsip tersebut tidak akan pernah berubah sepanjang Pembukaan UUD NRI (Negara Republik Indonesia) 1945 tetap berbunyi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Indonesia juga saat ini bahkan telah membuka Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina berkedudukan di Ramalah.

"Terakhir, saya mengajak seluruh warga Indonesia berdoa agar warga Palestina memperoleh kemerdekaan negaranya dan bisa hidup secara damai. Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia selain Mesir," pungkasnya.***


wwwwww