Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
11 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
11 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
15 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
22 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
11 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Apa Kabar 'Resuffle'? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
GoNews Group
18 jam yang lalu
Apa Kabar Resuffle? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

Pemko Padang Bersiap Menuju Era Normal Baru

Pemko Padang Bersiap Menuju Era Normal Baru
Wali Kota Padang Mahyeldi (tengah). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Padang)
Kamis, 04 Juni 2020 00:11 WIB
PADANG - Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan diri menyongsong era normal baru yang rencananya diberlakukan setelah berakhir Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga pada 7 Juni 2020.

"Memasuki era 'new normal' (normal baru) secara bertahap kami tengah merancang pengaktifan kembali rumah ibadah, sektor pariwisata, perdagangan, dan sektor utama lainnya," kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Rabu.

Menurut dia, setelah diberlakukan era normal baru bagi yang berada di zona hijau akan tetap diberlakukan standar protokol kesehatan penanganan COVID-19.

"Kami akan umumkan daerah mana saja yang masuk zona hijau dan mana yang zona merah sehingga secara bertahap ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak beserta aktivitas lainnya setelah sekian lama terhenti," ujarnya.

Pihaknya akan membuat konsep baru dan penguatan lainnya untuk membantu dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat ke depan.

Terkait dengan memasuki masa transisi setelah berakhirnya PSBB jilid ketiga pada 7 Juni 2020, pihaknya juga tengah mempersiapkan peraturan wali kota.

Setidaknya, katanya, ada tujuh sektor yang akan didiskusikan dengan pemangku kepentingan dan akademisi, yaitu pemerintahan, perdagangan, pendidikan, pariwisata, transportasi, sosial, budaya, dan industri.

Mahyeldi berharap, aturan yang dibuat dalam peraturan itu akan lebih komprehensif dan aplikatif sehingga segala sesuatunya berjalan dengan baik.

"Perwako ini nantinya juga akan diperkuat lagi ditindaklanjuti dengan peraturan daerah (perda) ke depan sehingga juga akan ada penegakan dan sanksi tegas dalam memaksimalkan penanganan COVID-19 di era 'new normal life'," kata dia.

Pada sisi lain, Mahyeldi menyampaikan meski kasus positif COVID-19 di Padang cukup banyak, namun sampai saat ini pihaknya sudah berhasil memutus 11 klaster penyebaran virus.

"Yang masih tersisa adalah klaster Pasar Raya yang tengah diputus dan sekarang sudah menunjukkan penurunan kasus positif dibanding hari-hari sebelumnya," kata dia.

Untuk pemutusan klaster Pasar Raya, Pemkot Padang juga didukung semua pihak, termasuk unsur TNI/Polri, untuk mendisiplinkan pedagang dan pengunjung agar tetap mematuhi protokol COVID-19. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Padang, Sumatera Barat, Pemerintahan

Loading...
www www