Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
20 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
8 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
5
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
GoNews Group
23 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
6
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Home  /  Berita  /  Pasaman Barat

Harga Ikan Kualitas Ekspor di Pasaman Barat Turun

Harga Ikan Kualitas Ekspor di Pasaman Barat Turun
Kepala Dinas Perikanan Pasaman Barat Arial Effendi didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap Zulfi Agus saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan di daerah iti beberapa waktu lalu.
Jum'at, 29 Mei 2020 23:02 WIB
SIMPANG EMPAT - Harga ikan kualitas ekspor di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) rata-rata mengalami penurunan selama pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) akibat sepi peminat.

"Harga turun saat ini berkisar antara Rp3.000 sampai Rp5.000 per kilogramnya di masing-masing jenis ikan," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Sumbar Zulfi Agus di Simpang Empat, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan ekspor ikan di Pasaman Barat melalui jalur laut di Dumai Riau menuju Malaysia. Pengiriman setiap bulannya lebih kurang sekitar 20-25 ton.

Adapun jenis ikan kualitas ekspor adalah ikan tenggiri dengan Rp70 ribu perkilogramnya, ikan kakap merah Rp65 ribu per kilogram, ikan bawal dengan harga Rp55 ribu per kilogram dan udang kelong atau udang putih dengan harga Rp 120.000 per kilogram.

"Harga ikan itu sedikit mengalami penurunan dari Rp3.000 sampai Rp5.000 setiap kilogramnya. Kita berharap harga nantinya kembali normal," ujarnya.

Terkait permintaan hingga saat ini belum terlalu berpengaruh karena armada yang dipakai adalah kapal ikan melalui jalur laut di Dumai.

"Cuma stok ikan yang saat ini berkurang karena cuaca ekstrim sehingga produksi ikan nelayan agak menurun tiga bulan terakhir ini," sebutnya.

Ia menambahkan produksi ikan mengalami penurunan tiga bulan terakhir karena cuaca ekstrim yang sering terjadi.

Menurutnya untuk bulan Januari sampai dengan Maret produksi ikan masih di kisaran angka lebih kurang 8.000 sampai 9.000 ton per bulannya.

Tetapi di April turun dan produksi ikan lebih kurang 6.800 ton dan di bulan Mei turun kembali dengan produksi sekitar 5.000 ton lebih.

"Produksi ikan itu semua jenis ikan baik yang nilai ekonomis tinggi sampai jenis ikan yang biasa," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Sumatera Barat, Pasaman Barat

wwwwww