Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
14 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
13 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
13 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
21 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
21 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
21 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat

Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
Foto: Ist.
Minggu, 24 Mei 2020 13:08 WIB
OGAN - Sebanyak 60 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir yang berstatus honorer dikabarkan melakukan protes dengan menggelar aksi mogok kerja, lantaran minimnya APD, fasilitas tugas dan ketidakjelasan insentif.

"Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka. Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,' terang sumber anonim dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Tuntutan tenaga medis itu, dinilai wajar oleh Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustopa. Tapi Direktur RSUD Ogan Ilir, Roretta Arta Guna Riama, punya versi lain.

"Mereka lari ketakutan saat melihat ada pasien yang positif Covid-19," jelas Roretta. Ia juga menjelaskan, dari sejumlah orang yang mogok kerja itu, "tidak ada tenaga dokter. Mereka para tenaga medis seperti perawat dan sopir ambulans. Mereka itu takut menangani pasien positif Covid-19, itu saja, bukan karena soal lain,".

Akibat aksi mogok kerja tersebut, sedikitnya ada 109 tenaga medis yang akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengatakan, tenaga medis yang dipecat itu diantaranya 14 dokter spesialis, 8 dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

"Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangani surat pemberhentiannya," kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020) lalu.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Peristiwa, Kesehatan, GoNews Group

Loading...
www www