Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
20 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
2
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
13 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
10 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
20 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
GoNews Group
20 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
GoNews Group
19 jam yang lalu
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

Warga Buka Peti dan Mandikan Jenazah Pasien Positif Covid-19, Belasan Penduduk Dusun Reaktif

Warga Buka Peti dan Mandikan Jenazah Pasien Positif Covid-19, Belasan Penduduk Dusun Reaktif
Pemakaman jenazah pasien virus corona menggunakan protokol kesehatan. (int)
Senin, 18 Mei 2020 09:51 WIB
SIDOARJO - Sebanyak 17 orang warga salah satu dusun di Kecamatan Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test.

Rapid test terhadap belasan warga tersebut dilakukan setelah mereka membuka peti jenazah pasien positif Covid-19, kemudian memandikan dan memakamkannya tanpa protokol kesehatan.

Dikutip dari Republika.co.id, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman mengatakan, tim tracing telah melakukan rapid test terhadap keluarga dan tetangga warga terinfeksi virus corona yang meninggal tersebut.

''17 orang hasilnya reaktif, tapi belum di swab. Mungkin besok swabnya,'' kata dr Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi, Ahad (17/5/2020).

Dijelaskannya, jenazah pasien Covid-19 itu sudah dibungkus plastik sesuai SOP protokol kesehatan.

''Kalau peti jenazahnya dibuka, ya menulari. Sebab, cairan tubuh pasien tersebut kalau keluar, ya otomatis masih menular,'' ujarnya.

''Sesuai protokol kesehatan, jenazah orang kena Covid-19 harus dimasukkan plastik, tidak boleh dibuka lagi, dimasukkan peti dan langsung dimakamkan. Itu dilanggar, ya mesti saja kami curigai. Akhirnya, setelah 14 hari orang-orang yang menghadiri, orang-orang yang memandikan itu kena masalah. Mudah-mudahan saja hasil swab nanti negatif,'' ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak menyalahi aturan protokol kesehatan agar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.

''Buka plastik dan buka peti itu menyalahi aturan. Saya tegur direktur rumah sakit yang mengantarkan jenazah. Masyarakatnya bilang tidak ada imbauan dari rumah sakit dan saya tegur agar tidak terjadi lagi,'' tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyebut pihaknya terlambat mendapatkan informasi dan melakukan langkah penanganan sehingga virus dengan cepat menyebar di dusun tersebut.

''Kejadiannya sudah dua minggu lalu. Jadi untuk penanganan di Waru harus dilakukan secara ekstra. Wilayah harus diperhatikan penuh, termasuk tempat ibadah harus ditangani secara serius,'' katanya.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Kesehatan

Loading...
www www