Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
19 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
9 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
3
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
19 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
4
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
15 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
15 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
11 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   Sumatera Barat

Tiga Daerah di Sumatera Barat Masih Zona Hijau Covid-19

Tiga Daerah di Sumatera Barat Masih Zona Hijau Covid-19
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kepala Dinas Kesehatan Merry Yuliesday. (ANTARA / Ist)
Jum'at, 15 Mei 2020 21:43 WIB
PADANG - Tiga daerah di Sumatera Barat, masing-masing Kota Sawahlunto, Solok dan Kabupaten Sijunjung, masih tergolong zona hijau dari penyebaran COVID-19 karena belum ada warganya yang terindikasi positif berdasarkan pool test Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.

"Tiga daerah ini harus menyosialisasikan protokol kesehatan terkait COVID-19 pada warganya agar tidak terjadi penularan dan tetap jadi zona hijau," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Kamis (14/5) malam.

Selain itu untuk warga yang dinilai rentan, seperti orang yang sering melakukan perjalanan ke daerah zona merah, ada baiknya untuk tetap dilakukan tes secara berkala sebagai langkah antisipasi. Spesimen hasil tes bisa dikirimkan ke laboratorium Fakultas Kedokteran Unand.

Irwan menyebut sebelumnya masih ada kepala daerah di Sumbar yang memiliki pola pikir yang salah dalam menyikapi penyebaran wabah COVID-19. Hanya agar daerahnya dinyatakan zona hijau, mereka tidak mau melakukan pool test secara maksimal. Hasil tes itu hanya sedikit yang dikirim ke laboratorium.

"Harapannya dengan mengirimkan sedikit spesimen, maka tidak ada yang ditemukan terindikasi positif COVID-19 dan daerahnya tetap dinyatakan zona aman. Ini pola pikir yang salah dan harus diluruskan," katanya.

Padahal semua pembiayaan untuk uji spesimen di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand ditanggung oleh Pemprov Sumbar sehingga seharusnya daerah bisa memaksimalkan pelaksanaan tes pada warganya.

Saat ini dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, 16 di antaranya dinyatakan sebagai zona merah karena ada warganya yang terindikasi positif COVID-19. Namun dari 16 daerah itu, sudah ada yang menunjukkan tren penurunan kurva penyebaran.

Sejumlah klaster yang sebelumnya menjadi rantai penyebaran sudah berhasil diatasi, seperti di Pasaman Barat dan di Pesisir Selatan.

Hanya saja, diakui gubernur, masih ada beberapa daerah yang menunjukkan tren naik, yaitu Kota Padang, Padang Panjang, Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Klaster Pasar Raya Padang adalah yang terbesar berhasil ditracing oleh tim medis. Dari hasil tracing, kurva penyebaran COVID-19 di kota itu masih terus menanjak. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Kesehatan, Sumatera Barat

Loading...
www www