Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
2
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
3
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
GoNews Group
13 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
4
Dua Kakak Beradik di Sumbar Tewas Tertimbun Longsor Saat Tidur Nyenyak Jumat Dini Hari
Peristiwa
14 jam yang lalu
Dua Kakak Beradik di Sumbar Tewas Tertimbun Longsor Saat Tidur Nyenyak Jumat Dini Hari
5
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
18 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
6
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Kesehatan
10 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Anggota DPRD Tawarkan Rp500 Juta kepada Korban Pemerkosaan, Namun Ditolak

Anggota DPRD Tawarkan Rp500 Juta kepada Korban Pemerkosaan, Namun Ditolak
Ilustrasi korban pemerkosaan. (int)
Kamis, 14 Mei 2020 08:17 WIB
GRESIK - Seorang gadis berusia 16 tahun di Gresik, Jawa Timur, berinisial MD, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan SG (50), saudara ibunya.

Pemerkosaan itu berlangsung selama satu tahun, sejak awal Maret 2019 hingga April 2020. Akibatnya, MD kini hamil 7 bulan.

Kasus pemerkosaan ini sudah dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisian pada 24 April lalu. Namun, seorang anggota DPRD Gresik berinisial NH, mencoba mengupayakan kasus ini tidak diproses secara hukum.

Dikutip dari Kompas.com, NH meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan menawarkan uang Rp500 juta kepada korban.

''Prinsipnya ikut mencoba mediasi untuk memberikan uang sebesar Rp500 juta kepada korban,'' ujar kuasa hukum korban, Abdullah Syafi'i saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/5/2020).

Dikonfirmasi terpisah, NH mengakui dirinya sempat datang untuk memediasi korban dengan SG. ''Niat saya hanya sekedar ingin memberikan solusi saja,'' ujar NH, Rabu (13/5/2020).

''Karena saya sebagai wakil rakyat, sudah barang tentu kalau ada masalah warga sekitar, apalagi terkait hukum pasti minta bantuan atau solusi kepada wakil rakyat setempat. Apalagi SG juga warga sekampung dan kenal baik, wajar jika meminta solusi kepada saya,'' tambahnya.

Adapun alasan lainnya, karena kondisi ekonomi keluarga korban dinilai kurang mampu. Hingga saat ini mereka masih tinggal di sebuah rumah kontrakan.

Ia berharap uang sebesar Rp500 juta yang ditawarkan itu dapat sebagai solusi dan  memberikan jaminan kepada korban dan bayi yang dikandungnya saat ini.

Namun, upaya mediasi yang dilakukan tersebut ditolak pihak korban. Keluarga korban bersikukuh untuk tetap melanjutkan kasus pemerkosaan tersebut ke proses hukum.

''Rencananya memang kalau korban setuju, saya akan mintakan sawah atau tanah milik SG senilai Rp500 juta, kalau kedua pihak setuju. Berhubung korban tidak mau, ya saya tidak jadi menyampaikannya kepada SG,'' tutur NH.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Hukum, Peristiwa

Loading...
www www