Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
9 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
9 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
4
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
13 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
5
Apa Kabar 'Resuffle'? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
GoNews Group
16 jam yang lalu
Apa Kabar Resuffle? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
6
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
15 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Hidayat Nur Wahid Minta Presiden Dukung Riset Vaksin dengan Anggaran yang Memadai

Hidayat Nur Wahid Minta Presiden Dukung  Riset Vaksin dengan Anggaran yang Memadai
Minggu, 10 Mei 2020 20:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid, mengomentari pernyataan Presiden yang hendak berdamai dengan Covid-19.

Menurut Hidayat, keinginan berdamai dengan Covid-19, itu mestinya dibarengi dengan kebijakan perintah kepada Kementistek, Kemenkes serta lembaga-lembaga lain, melakukan koordinasi serta kerjasama agar segera menemukan vaksin covid-19.

Karena itu kata HNW, pemerintah harus mendukung riset di Kemenristek, dengan anggaran yang memadai. Tidak malah memotongnya.

Mengajak berperang atau berdamai dengan corona, hingga ditemukan vaksin tanpa usaha serius dan anggaran yang memadai untuk riset, menurut Hidayat akan menjadi bukti bahwa Pemerintah tak serius ingin memutus penyebaran virus Covid-19.

Pasalnya, anggaran di Kemenristek tidak mengalami penambahan, bahkan dipotong besar-besaran. Padahal, riset sangat dibutuhkan untuk menemukan vaksin Covid-19 sebagai cara efektif untuk menyelesaikan darurat kesehatan bencana nasional covid-19. Apalagi jumlah korban yang terpapar semakin banyak, termasuk korban meninggal dari kalangan tenaga kesehatan.

"Untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dan NKRI, mestinya Presiden komitmen dengan menambahkan anggaran riset untuk percepatan penemuan vaksin, bukan malah memangkasnya. Pak Jokowi, kita tidak akan bisa menang perang atau berdamai dengan Korona, dan berdaulat secara kesehatan, jika kita tidak maksimal mendukung upaya penemuan vaksin," demikian disampaikan Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta (10/5).

Mengutip Perpres 54/2020 yang memotong anggaran Kemenristekdikti sebesar Rp 40 Triliun, menurut Hidayat itu adalah prosentasi potongan anggaran terbesar, dibanding pemotongan Kementrian lainnya. Meskipun Pemerintah bisa berkilah bahwa pemotongan itu terkait perubahan nomenklatur, ruang realokasi internal Kemenristek, namun untuk mendukung riset vaksin tentu semakin kecil, apalagi dengan hanya anggaran tersisa sebesar Rp 2 Triliun. Bahkan, Menteri Ristek menyebutkan bahwa pihaknya hanya menganggarkan Rp 40 miliar untuk riset vaksin Covid-19.

Politisi PKS ini menyebutkan dalam kondisi normal, idealnya dana riset tidak kurang dari 2% PDB, namun Indonesia selama ini masih terjebak di kisaran 0,3% PDB. Apalagi dalam situasi pandemi dan bencana nasional yang mengancam eksistensi Bangsa. Karena itu menurut Hidayat pemerintah harus memprioritaskan anggaran riset. Ia bahkan mencontohkan anggaran riset vaksin di beberapa negara sangatlah besar. Di Amerika Serikat misalnya mencapai Rp 16,3 Triliun, India sebesar Rp 1,6 Triliun, dan Inggris dengan Rp 1,1 Triliun.

"Saya khawatir Indonesia terlambat menemukan vaksin Covid-19, dan mengakibatkan semakin banyak korban yang jatuh akibat covid-19. Karena itu agar perang melawan covid-19 yang digaungkan Presiden Jokowi saat Konferensi virtual G20 bisa dimenangkan, pemerintah perlu senjata yang efektif antara lain adanya vaksin. Kalaupun damai, maka damai dengan covid-19 akan bermanfaat dan selamatkan Bangsa, bila vaksin itu segera ditemukan oleh pihak Indonesia. Dan itu hanya akan terjadi bila Pemerintah serius mendorong riset untuk menemukan vaksin covid-19. Untuk itu pemerintah harus segera merealokasi anggaran unt meningkatkan anggaran riset di kemenristek dan kemenkes, bukan malah memotongnya," kata Hidayat lagi.

Hidayat mencemaskan ketidakseriusan ini sebagai tanda bahwa rakyat disuruh cari selamat sendiri tanpa keseriusan Pemerintah. Menurutnya, hal ini akan tercatat sebagai preseden buruk dalam sejarah bangsa.

""Mestinya Pemerintah lebih serius, tidak sekedar menunggu ditemukannya vaksin dan Rakyat dibuat bingung, dengan pernyataan dan kebijakan pejabat Negara yang simpang siur, gonta-ganti, dan tidak fokus untuk efektif atasi penyebaran covid-19, seperti masalah transportasi dan PSBB itu," pungkasnya.***


Loading...
www www