Cuaca Buruk, Pengiriman Bantuan Banjir ke Siberut Terkendala

Cuaca Buruk, Pengiriman Bantuan Banjir ke Siberut Terkendala
Kondisi Desa Maileppet di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat dilanda banjir. (Antara)
Senin, 04 Mei 2020 19:32 WIB
PADANG - Pengiriman bantuan pangan untuk warga yang sejak Jumat (1/5) terdampak banjir di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat terkendala karena buruknya cuaca.

''Pada Minggu siang kami telah menyiapkan bantuan untuk dibawa ke Pulau Siberut, namun karena kondisi cuaca bantuan yang diangkut dengan kapal tersebut belum bisa diantarkan,'' kata Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake dalam jumpa pers via daring yang difasilitasi oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumbar di Padang, Sumatera Barat, Minggu malam (3/5/2020).

Ia mengatakan, kapal pengangkut bantuan tidak bisa diberangkatkan ke Pulau Siberut karena ada badai dan gelombang yang tingginya sampai tiga meter.

"Minggu malam kami masih menunggu, jika cuaca sudah membaik kapal tersebut akan langsung diberangkatkan ke Pulau Siberut," katanya.

Pemerintah Kabupaten Mentawai berkoordinasi dengan para camat agar stok bantuan beras di Kantor Kecamatan bisa lebih dulu digunakan untuk membantu warga.

Kortanius mengatakan, pemerintah kabupaten sudah menyiapkan dua kapal untuk mengangkut bantuan 19 ton beras dan alat kesehatan.

"Jika bantuan bisa diangkut besok maka akan segera disalurkan, kami juga telah menginformasikan kepala desa agar menunggu di kantor camat masing-masing," katanya.

Hujan deras yang turun sejak Kamis (30/4) menyebabkan banjir di lima kecamatan di Pulau Siberut, menyebabkan permukiman warga yang berada di pinggir sungai tergenang sehingga sebagian warga harus mengungsi dari rumah.

Menurut Kortanius, hingga Minggu malam masih ada warga yang mengungsi untuk menghindari dampak banjir.

"Untuk tiga desa itu air memang telah surut dari rumah-rumah warga, namun di perkampungannya masih menggenang," katanya.

Dia akan meninjau lokasi banjir pada Senin (4/5) jika kondisi cuaca memungkinkan untuk berangkat ke Siberut. Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir di Siberut selama 10 hari mulai Jumat (1/5). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Sumatera Barat, Kepulauan Mentawai

wwwwww