Home  /  Berita  /  Pesisir Selatan

Gara-gara Covid-19, Harga Gambir di Pesisir Selatan Anjlok

Gara-gara Covid-19, Harga Gambir di Pesisir Selatan Anjlok
Petani gambir asal Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan menjemur getah gambir hasil produksi mereka. (Didi Someldi Putra/Antara)
Senin, 04 Mei 2020 19:26 WIB
PAINAN - Harga getah gambir di tingkat pedagang pengumpul di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, anjlok pasca mewabahnya virus Corona (Covid-19). Saat ini harga gambir hanya Rp10 ribu per kilogram.

''Harga getah gambir memang tidak ada patokannya tergantung para pedagang besar di Kota Padang, bahkan pernah menembus angka Rp100 ribu per kilogram. Namun sejak mewabahnya Covid-19 harganya anjlok hingga Rp10 ribu per kilogram. Ini di angka paling rendah,'' kata seorang pedagang pengumpul getah gambir di Kecamatan Sutera Dulhendri (30) di Painan, Senin (4/5/2020).

Dengan situasi saat ini, lanjutnya, produksi getah gambir pun tersendat, dan rata-rata dalam sehari ia hanya mampu membeli 100 kilogram getah gambir dari para petani.

Padahal jika dibanding sebelum, ia bisa membeli getah gambir antara 400 kilogram sampai satu ton dalam sehari, dan hal tersebut juga dirasakan pedagang pengumpul lain.

"Penurunan ini terjadi karena para petani enggan memanen tanaman gambir mereka karena ongkos produksi yang jauh lebih tinggi dibanding harga jual," sebutnya.

Saat ini ladang-ladang gambir di daerah setempat ditelantarkan saja karena dinilai tidak lagi menjanjikan dalam mencukupi kebutuhan keluarga.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pesisir Selatan Nuzirwan menyebut penurunan harga getah gambir tidak bisa dilepaskan dari wabah Covid-19 yang melanda dunia saat ini.

Ia mendorong agar petani tetap merawat ladang-ladang mereka karena kemungkinan besar harga getah gambir akan berangsur stabil setelah keadaan membaik.

Petani gambir di daerah setempat, lanjutnya menyebar di beberapa kecamatan mulai dari Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah IV Hulu Tapan dan Linggo Sari Baganti dengan luas ladang gambir secara keseluruhan lebih dari 14.313 hektare.

Di Pesisir Selatan terdapat tiga varietas tanaman gambir yakni cubadak, udang dan riau. Di antara ketiganya varietas udang merupakan yang paling baik karena daunnya yang tidak terlalu keras, sehingga waktu perebusan untuk menghasilkan getahnya tidak memakan waktu lama dan getahnya pun jauh lebih banyak.

Sementara varietas lain yakni cubadak dan riau memiliki ciri daun yang lebih lebar, tebal dan keras. Sehingga waktu merebusnya menjadi agak lama, dan karena kondisi itu getah yang dihasilkan pun lebih sedikit. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Sumatera Barat, Pesisir Selatan
wwwwww