Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
20 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
20 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
7 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
9 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

50 dari 39.000 Orang Napi yang Diasimilasi, Kembali Berbuat Kriminal

50 dari 39.000 Orang Napi yang Diasimilasi, Kembali Berbuat Kriminal
Ilustrasi. (Gambar: Ist.)
Senin, 04 Mei 2020 18:23 WIB
JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Yasonna Laoly mengungkapkan, jumlah narapidana penerima asimilasi dan integrasi yang kembali melakukan kejahatan berjumlah 50 orang dari sekitar 39.000 orang yang telah keluar penjara.

Sebagian lain, ungkap Yasonna, justru terlibat di kegiatan positif dengan ikut membagikan masker dan Sembako bersama-sama dengan tim dari KemenkumHAM.

"Saya merasa bangga kepada warga binaan asimilasi yang memberikan kontribusinya kepada masyarakat," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Senin (4/5/2020).

Yasonna meminta, masyarakat bisa berikan mereka kesempatan kedua kepada para eks Napi itu untuk berubah sebagai masyarakat.

"Pada satu saat kehidupan kita, kita juga pernah melakukan sesuatu yang tidak terpuji. Bahkan saudara-saudara kita yang melakukan pelanggaran hukum ini, give them the second chance," kata dia.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pemerintahan, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www