Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
12 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
12 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
11 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
8 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
1 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19
Ilustrasi jasad bayi. (int)
Minggu, 03 Mei 2020 08:12 WIB
KUDUS - Seorang bayi berusia 40 hari meninggal dunia karena mengalami sesak napas setelah dibawa ibunya ke acara hajatan.

Dikutip dari Kompas.com, bayi berstatus pasien dalam pengawaan (PDP) meninggal dunia di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Senin (27/4/2020).

Bayi itu berbaur dengan banyak orang saat dibawa ibunya menghadiri hajatan di desanya.

Juru bicara pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewei menjelaskan, ada sejumlah orang yang memiliki riwayat perjalanan ke zona merah Covid-19 di acara hajatan itu.

''Selain sesak napas, bayi ini punya riwayat kontak dengan banyak orang,'' tutur dia.

Usai menghadiri hajatan, bayi itu mengalami sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19.

Ia sempat dirawat di Puskesmas Gondosari sebelum dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus.

''Sempat ditangani di RSUD dr Loekmono Hadi. Meninggal dunia karena sesak napas,'' kata Andini.

Bayi tersebut dimakamkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulasaraan pasien terinfeksi Covid-19.

Lakukan Pelacakan

Meski belum dipastikan terjangkit Covid-19 atau tidak, Dinas Kesehatan Kudus melakukan upaya pelacakan (tracing).

''Belum di-swab. Kami masih tracing ke orangtua dan siapa saja yang kontak dengan bayi tersebut,'' kata Andini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus di Kabupaten Kudus, hingga Selasa (28/4/2020) ada 19 kasus pasien positif Covid-19. Dengan jumlah PDP 75 orang dan ODP 146 orang. ***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Kesehatan

Loading...
www www