Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
8 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
5 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
20 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
5
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
20 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
6
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

TV Edukasi Kemendikbud 'Tenggelam': Segera Gandeng TVRI dan Gerakkan Relawan

TV Edukasi Kemendikbud Tenggelam: Segera Gandeng TVRI dan Gerakkan Relawan
Ilustrasi relawan guru di daerah 3T. (Foto: Dok. Ey.Moveon)
Minggu, 03 Mei 2020 11:12 WIB
JAKARTA - Komisi X DPR, Zainuddin Maliki, mengungkap bahwa hanya 6.5% siswa yang berada di 3T yang belajar dari rumah bersama TV Edukasi. Sementara, ada 52% siswa 3T belajar dengan menonton saluran TVRI.

"Kemdikbud harus 'menyewa' TVRI untuk menyelenggarakan paket belajar dari rumah. Di sini Kemdikbud sedikit banyak terbantu melayani siswa yang kesulitan akses Internet," kata Zainuddin kepada wartawan Minggu (3/5/2020).

Tapi keterbatasan TVRI juga harus ditimbang; Kuota yang mungkin tersedia untuk TV Edukasi mungkin terbatas karena harus dibagi dengan program-program regular TVRI itu sendiri; Dan, LPP TVRI juga tidak punya tenaga khusus yang kompeten secara pedagogis.

"Hal ini berisiko lamban mengontrol munculnya penayangan pembelajaran yang bergeser dari tujuan pendidikan. Misalnya, bisa terselingi oleh paket iklan yang kontennya bertolak belakang dengan pendidikan anak-anak," kata Zainuddin.

Dari luasnya daerah-daerah 3T, kata Zainuddin, masih ada daerah yang tak bisa mengakses TV Edukasi dan juga TVRI, sementara siswa disana juga berhak mendapat pendidikan.

"Oleh karena itu Kemdikbud harus merekrut relawan dari guru-guru penggerak untuk mendatangi rumah-rumah siswa. Guru itu bisa diorganisir dalam satu gugus tugas layanan pendidikan khusus siswa terisolir di tengah wabah covid-19. Dibekali APD yang lengkap, transport dan insentif," kata Zainuddin.

Metode berbasis proyek atau yang dikenal dengan project based learning approach, kata Zainuddin, bisa diterapkan sehingga interaksi dengan siswa tidak perlu memakan waktu lama. Cukup sepuluh hingga 15 menit guru jelaskan proyek yang harus dilakukan siswa.

Hasil proyek yang dikerjakan siswa akan ditagih pada kunjungan pekan berikutnya. Dari tagihan itu, guru harus memperoleh portofolio atau rekam jejak siswa selama sepekan, yang evaluasinya dilakukan secara integrated.

Gunakan media by utility. Pelajaran biologi misalnya, siswa bisa diminta cari, kenali dan ambil tindakan yang seharusnya terhadap perilaku species atau flora dan fauna yang ada di sekitar rumahnya. Dari situ bisa dilihat hardskill seperti pengetahuan siswa tentang alam, penguasaan bahasa dan aspek ilmu pengetahuan terkait lainnya.

Lebih dari itu, berdasarkan protofolio tersebut dapat juga dievaluasi softskill seperti kesungguhan, kemauan, kerapian, kreatifitas dan cara siswa menyelesaikan kesulitan menyelesaikan proyeknya.

"Oleh karena itu Kemdikbud jangan buang waktu. Segera gerakkan relawan. Layani pembelajaran siswa di daerah terisolasi. Datangi mereka. Mereka juga berhak mendapatkan layanan terbaik dari pemerintah di tengah wabah covid-19," pungkas Zainuddin.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pendidikan, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www