Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
19 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
7 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
22 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
21 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
5
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
6
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
GoNews Group
22 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
Home  /  Berita  /  Solok

Satu PDP asal Nagari Muara Panas Meninggal, tak Miliki Riwayat Perjalanan

Satu PDP asal Nagari Muara Panas Meninggal, tak Miliki Riwayat Perjalanan
Pemakaman jenazah Em di pemakaman kaum Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Senin. (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Solok)
Selasa, 28 April 2020 00:33 WIB
AROSUKA - Seorang warga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial Em (59) berjenis kelamin perempuan asal Jorong Koto Panjang, Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 04.00 WIB.

"Pasien Em (59) meninggal setelah sempat dirawat di ruang isolasi RSU Mohammad Natsir dari Sabtu (25/4) hingga Senin (27/4) dengan keluhan batuk, sesak, nyeri kepala, lemah anggota gerak kiri," kata Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam di Arosuka, Senin (27/4/2020) malam.

Pasien juga dirontgen, dan dari hasil rontgen tergambar ada bronko pneunomoni.

Pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Tapi karena hasil rontgen, pihak rumah sakit RSU Mohammad Natsir menetapkan Em sebagai PDP.

"Jadi untuk keselamatan jenazah Em diselenggarakan dengan pemakaman SOP COVID-19. Jenazah pasien Em dimakamkan siang tadi di pemakaman kaum di Muara Panas," ujarnya.

Menurutnya pasien Em sudah diambil sampel untuk tes swab, namun sekarang hasilnya belum keluar dari labor Universitas Andalas (Unand) Padang.

Di Kabupaten Solok, sudah ada dua pasien positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), yaitu pasien berinisial S (77) berjenis kelamin laki-laki asal Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin.

Dan satu lagi pasien positif COVID-19 merupakan anak dari Pasien S, yaitu Mrz (35), dari Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. Pasien S (77) akhirnya terkonfirmasi meninggal dunia di RSUP M Djamil, Kota Padang, Selasa (21/4).

Sedangkan pasien Mrz menjalani isolasi mandiri di rumahnya karena tidak memiliki gejala batuk, sesak napas dan lainnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Solok, Sumatera Barat, Peristiwa

wwwwww