Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
13 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
13 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
17 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
13 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
5
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
13 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
9 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Walikota Serang Sebut Ibu Yuli Meninggal Bukan Karena Lapar, Tapi Sudah Takdir

Walikota Serang Sebut Ibu Yuli Meninggal Bukan Karena Lapar, Tapi Sudah Takdir
Ilustrasi GoNews.co
Rabu, 22 April 2020 00:52 WIB
SERANG - Yuli Nurmelia (43) Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang yang diduga meninggal karena kelaparan dan hanya minum air isi ulang galon selama 2 hari, dibantah Walikota Syafrudin Ia Menyebut Ibu yuli meninggal karena Takdir.

“Meninggalnya ibu Yulie bukan karena kelaparan, pertama karena takdir,” Ujar Syafrudin kepada wartawan di Serang, Selasa (21/4/2020).

Syafrudin Mengatakan kondisi Yulie kurang tepat dikatakan kelaparan, karena saat Dinsos datang Minggu (19/4/2020), di rumah Yulie terlihat pisang goreng dan singkong.

“Saya mendapat kabar berita dari medsos bahwa ada warga Kota Serang yang di Kaloran itu 2 hari makan air, tidak makan nasi kemudian kelaparan, terus saya mengutus camat kecamatan Serang,” Terang Syafrudin.

Selain camat, ada juga utusan dari Dinsos yang dapat pada hari Minggu memberikan bantuan. Menurut Syahfudin dari laporan yang ia dapat dari Dinsos, saat didatangi Minggu ada cemilan singkong dan pisang goreng.

“Kayaknya itu kurang pas, sebab di situ di ruangan itu ada pisang goreng kemudian ada singkong,” katanya menirukan laporan dari utusannya.

Keluarga tersebut menurutnya kemudian diberikan bantuan berupa beras. Bukan hanya dari pemkot tapi juga ada bantuan dari berbagai pihak mulai dari kecamatan sampai ormas. Bahkan Senin siang (20/4/2020), utusan dari Pemprov Banten juga datang, namun sayang sorenya Yulie meninggal.

Menurut Syafrudin berdasarkan informasi Dari Suami yuli Almarumah Sering Sakit kepala

“Kedua, menurut informasi suaminya, melalui ketua HIPI semalam ta'ziyah, istrinya sering sakit kepala,” Lanjutnya.

Sebelum meninggal, ibu tersebut juga sempat mengalami pingsan. Syafrudin mengaku langsung menelepon kepala dinas agar dibawa ke puskesmas terdekat. Namun warga itu meninggal di perjalanan.

“Kesimpulannya, almarhumah ini bukan meninggal karena kelaparan,” katanya.

Atas nama pribadi dan Pemkot Serang, Syafrudin sendiri mengucapkan turut berduka cita atas warganya yang meninggal. Ia berdoa semoga almarhumah meninggal dalam keadaan baik.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : gelora.co
Kategori : Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
www www