Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
23 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
12 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
21 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
4
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
19 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
5
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
18 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
9 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Sembilan Warga Solok Selatan Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Empat Ditemukan Meninggal

Sembilan Warga Solok Selatan Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Empat Ditemukan Meninggal
ilustrasi material tambang galian. (antara/nur muhamad)
Minggu, 19 April 2020 07:02 WIB
PADANG ARO - Sembilan orang warga Solok Selatan, Sumatera Barat dilaporkan tertimbun di lubang tambang emas illegal di Talakiak, Sabtu (18/4/2020) sore.

''Hingga Sabtu malam sudah empat orang laki-laki yang dievakuasi keluar dan semuanya meninggal dunia,'' kata Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi, di Padang Aro, Sabtu (18/4/2020) malam.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari warga kedalaman lubang tambang yang runtuh dan menimbun sembilan orang tersebut sekitardelapan meter.

Warga yang tertimbun katanya, delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan. ''Sekarang warga masih melakukan evakuasi dan mencari yang tertimbun,'' ujarnya. (ant)

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa

Loading...
www www