Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
11 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
23 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
4
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
22 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
5
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
6
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
14 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dampak Pandemi Corona, Tikus jadi Lebih Ganas

Dampak Pandemi Corona, Tikus jadi Lebih Ganas
Ilustrasi tikus makan sisa-sisa makanan manusia. (Gambar: Shutterstock)
Rabu, 15 April 2020 07:33 WIB
AMERIKA SERIKAT - Tikus yang diketahui biasa mencari makan di tumpukan sampah restoran dan tempat-tempat sejenis lainnya, kini kelaparan karena sejumlah restoran membatasi waktu operasinya, bahkan tutup.

Menurut para ahli, hal ini membuat tikus-tikus itu mulai mencari sumber makanan lain.

Michael H. Parsons, sarjana ilmu biologi di Universitas Fordham menjelaskan, tikus-tikus secara tradisional cenderung malu. Namun kini, kemungkinan akan semakin banyak tikus yang muncul di depan publik, karena kekurangan makanan.

Sebagian bermigrasi ke lingkungan baru, karena tidak dapat menemukan makanan di lingkungan lama.

"Kamu mungkin akan menemukan kelompok populasi (tikus) yang lebih cerdas dan lebih tangguh yang sebelumnya mungkin belum pernah terhubung dengan manusia. Atau, setidaknya tidak diamati oleh manusia secara langsung," kata Parsons dikutip dari Insider, Rabu (15/4/2020).

Selain migrasi karena kekurangan makanan, tikus-tikus itu juga mulai menjadi kanibal, sebagai imbas dari insting untuk bertahan hidup.

"Seperti dalam sejarah umat manusia, di mana orang mencoba mengambil alih tanah lalu mereka datang dengan militer dan tentara kemudian bertarung sampai mati," ungkap Rodentolog Perkotaan Amerika Serikat, Bobby Corrigan, kepada NBC News.

Dalam jangka pendek, tikus akan mengurangi populasi mereka dan pengembangbiakan cenderung tertahan.

Parsons menyebut ini sebagai "skenario kasus terbaik". Namun, kondisi itu juga bisa saja mengarah pada jenis tikus baru yang lebih kuat, sebagai hasil dari pengembangbiakan jangka panjang.

Jika itu yang akan terjadi, siapkah kita?***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:GoNews Group, Lingkungan, Umum

wwwwww