Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
GoNews Group
9 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
2
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
Politik
23 jam yang lalu
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
3
Anthony Tanpa Kesulitan, Firman Mundur
GoNews Group
23 jam yang lalu
Anthony Tanpa Kesulitan, Firman Mundur
4
Kemenaker Beri Insentif Peserta Pelatihan di BLK, Krisdayanti Singgung Mental Manja
GoNews Group
23 jam yang lalu
Kemenaker Beri Insentif Peserta Pelatihan di BLK, Krisdayanti Singgung Mental Manja
5
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
GoNews Group
19 jam yang lalu
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
6
Shesar Dipaksa Kerja Keras
GoNews Group
23 jam yang lalu
Shesar Dipaksa Kerja Keras
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mendadak Mati, Diduga karena Tubo Belerang

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mendadak Mati, Diduga karena Tubo Belerang
Ikan-ikan yang mati di Danau Maninjau. (foto: istimewa/covesia.com)
Rabu, 05 Februari 2020 22:33 WIB
MANINJAU- Ratusan ton ikan di Danau Maninjau milik petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Jorong Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (5/2/2020) mati mendadak. Hal itu dipicu karena naiknya tubo belerang dari dasar ke permukaan danau.
 

Dikutip dari Covesia.com, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan, matinya ikan-ikan tersebut sudah terjadi sejak 3 hari, terakhir namun puncak terbanyaknya hari Rabu ini.

"Dari kemarin memang sudah ada ikan yang mati dalam jumlah besar, namun hari ini lebih banyak lagi. Jika dijumlahkan sudah ratusan ton," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Rabu (5/4/2020).

Untuk lokasi kematian ikan terbanyak terjadi di Nagari Duo Koto. Juga tidak tertutup kemungkinan akan terjadi di nagari-nagari lain di selingkaran Danau Maninjau.

"Tubo belerang ini naik dari permukaan dipicu angin kencang dari arah Timur ke arah Barat. Masyarakat di Danau Maninjau biasa menyebutnya dengan angin darek, angin ini menghembus permukaan danau sehingga riak air danau menjadi kuat dan menggoyang lumpur yang mengendap," terangnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada para petani untuk segera memanen atau memindahkan ikan-ikan ke kolam, hal itu untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah ikan yang mati.

"Kita sudah bekerjasama dengan pemerintah nagari dan instansi terkait, saat ini masih melakukan pendataan sembari memberikan himbauan kepada masyarakat," tutupnya. (han/don)

Editor : arie rh
Sumber : covesia.com
Kategori : Agam, Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www