Loading...

Perancang Jembatan Padamaran dan Perawang Riau Ini, Sukses Rancang Jembatan Lengkung LRT Jakarta Sepanjang 148 Meter

Perancang Jembatan Padamaran dan Perawang Riau Ini, Sukses Rancang Jembatan Lengkung LRT Jakarta Sepanjang 148 Meter
Arvila Delitriana dengan rancangannya Jembatan Lengkung LRT Jakarta.
Sabtu, 16 November 2019 20:25 WIB
JAKARTA - Arvila Delitriana, insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga perancang Jembatan Padamaran I dan 2 di Rokan Hilir Riau serta Jembatan Perawang di Siak Riau, mendapat sanjungan dari Presiden Joko Widodo berkat keberhasilannya merancang Jembatan Lengkung Bentang Panjang (Long Span) untuk proyek Light Rapid Transit (LRT) di Kuningan, Jakarta Selatan.

Lewat tangan dinginnya, salah satu bagian tersulit dari konstruksi jalur LRT Jabodebek itu akhirnya dapat tersambung dan beroperasi.

Melalui akun media sosial Twitter, Presiden Jokowi tampak memamerkan foto jembatan lengkung LRT sepanjang 148 meter di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka ini lalu memberi selamat kepada Adhi Karya dan Arvila Delitriana.

''Salah satu bagian tersulit konstruksi jalur LRT Jabodebek adalah pekerjaan jembatan bentang panjang yang melengkung 148 m di atas flyover Kuningan, Jaksel, sudah tersambung. Selamat kepada Adhi Karya. Selamat juga untuk sang perancang, Ibu Arvila Delitriana, insinyur lulusan ITB,'' tulis Jokowi.

Jembatan karya Arvila Delitriana atau akrab disapa Bu Jem ini memiliki panjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter. Jembatan sepanjang itu dibangun menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton.

Berkat keberhasilannya itu, karya Bu Jem itu pun sukses meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jembatan kereta boks beton dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia.

Kemudian satu laginya, dinobatkan sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loding test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia.

Proyek LRT ini nantinya akan memiliki 3 lintasan yang mencakup Cawang- Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang- Bekasi.

Sebelum terlibat proyek jembatan spektakuler itu, Bu Jem juga yang telah melahirkan rancangan seperti Jembatan Padamaran 1 dan 2 di Riau, Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, Jembatan Perawang di Riau, Jembatan Kali Kuto, Semarang, serta Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta.

Dan saat merancang jembatan lengkung LRT di atas Flyover Kuningan, Arvila sebenarnya harus bersaing dengan insinyur lain.

Tak main-main, saingannya ternyata adalah seorang konsultan asal Prancis. Namun akhirnya, BUMN konstruksi, PT Adhi Karya lebih memilih rancangan dari Arvila.

Direktur Utama PT Adhie Karya (Persero) TBK Budi Harto berpendapat rancangan milik Arvila yang paling memungkinkan dan efisien.

"Kami memilih (rancangan) srikandi asal Indonesia. Beliau sudah mendesain banyak jembatan lengkung, ini pilihan paling memungkinkan dan efisien," kata Budi.

Adapun rancangan yang dibuat konsultan Prancis itu adalah steelbox gifer dengan metode incremental launching, cable stayed, concentrate box gorder balanced contilever dengan kolom di tengah.

Kendati demikian, menurut Budi, rancangan tersebut tak sesuai dengan kondisi lapangan. Akhirnya, rancangan yang dipilih pun adalah kepunyaan Arvila.

Dapat Apresiasi dari Para Menteri

Selain Jokowi, sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju itu memberikan apresiasi kepada Arvila. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Basuki dan Luhut, akan memberikan dana operasional menteri (DOM) mereka selamat satu bulan.

"Bukan jumlahnya uang. Ini sebagai salah satu wujud kebanggaan kita terhadap prestasi yg sudah ibu torehkan. Desain ini sangat unik dan dan bisa dipatenkan," kata Luhut.

Sementara itu, Basuki Hadimuljono berharap prestasi Arvila ini dapat menjadi pecutan bagi para insinyur lokal di Indonesia lainnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : grid.id
Kategori : GoNews Group, Umum

Loading...
www www