Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
20 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
23 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
23 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
Pemerintahan
21 jam yang lalu
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
5
Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
Peristiwa
23 jam yang lalu
Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
6
Sedang Menakik Getah, Warga Desa Sepahat Bengkalis Diterkam Harimau
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sedang Menakik Getah, Warga Desa Sepahat Bengkalis Diterkam Harimau
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Warga Pesisir Kota Bitung Mengungsi Akibat Gempa Maluku dan Manado

Warga Pesisir Kota Bitung Mengungsi Akibat Gempa Maluku dan Manado
Jum'at, 15 November 2019 01:37 WIB
JAKARTA - Warga di pesisir pantai Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengungsi mencari tempat yang lebih tinggi mengantisipasi tsunami akibat gempa di Maluku Utara.

"Saat ini memang ada peringatan dini tsunami, warga pesisir sementara mengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sulawesi Utara, Rudy Wongkar dikutip dari Antara, Jumat (15/11).

Dia mengatakan, warga pesisir yang mengungsi ke tempat tinggi yaitu berasal dari Kecamatan Madidir, Aertembaga dan Maesa.

"Saat ini kami masih menenangkan warga sambil mengarahkan mencari tempat-tempat yang lebih tinggi," sebutnya.

Kondisi ketinggian air, kata dia, beberapa saat terjadi gempa masih normal dan belum ada kenaikan muka laut.

"Kami harap warga tetap tenang," harapnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo direvisi magnitudo 7,1 pada kedalaman 10 kilometer mengguncang 134 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara pukul 23:17WIB, Kamis (15/11).

"Ada peringatan dini tsunami, status waspada untuk daerah Kota Bitung, Halmahera dan Ternate," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Alfa.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www