Home >  Berita >  Bukittinggi

Peduli Korban Tragedi Wamena, Yayasan BMB Kumpulkan Donasi

Peduli Korban Tragedi Wamena, Yayasan BMB Kumpulkan Donasi
Peduli Korban Tragedi Wamena, Yayasan BMB Kumpulkan Donasi, terlihat Erman Safar sedang berbincang dengan Erizal.
Minggu, 06 Oktober 2019 16:42 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi (BMB) memberikan bantuan kepada perantau Minang yang selamat dari tragedi kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua beberapa waktu lalu. Bantuan itu diserahkan Ketua Umum Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi, Erman Safar, kepada salah seorang korban bernama Erizal (42) di Kafe Kopi Bana & Fallen's Kitchen Bukittinggi, Sabtu 5 Oktober 2019.

Erman Safar menyebutkan, kami dari Yayasan BMB yang juga Sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS), mencoba untuk mengumpulkan donasi, menggalang dana untuk korban Wamena, khusus orang Minang yang sudah pulang kembali ke Sumbar, ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Erman Safar berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk membangun usaha atau menggunakannya untuk kegiatan lainnya yang berfaedah untuk para korban tragedi Wamena bangkit dari trauma yang mereka alami.

"Kami dari yayasan juga telah mendata puluhan korban lainnya. Insya Allah, kami berusaha meringankan beban para korban. Sampai sekarang, penggalangan donasi lewat Sahabat UAS di seluruh Indonesia juga masih terus dilakukan, " tambah Erman Safar.

Erizal merupakan salah seorang korban kerusuhan Wamena yang tiba di Sumbar pada 26 September 2019. Dari 10 anggota keluarga dan sanak familinya yang tinggal di Wamena, hanya dua orang saja yang selamat dalam tragedi tersebut, yaitu dirinya serta seorang adik iparnya. Sementara anak dan istri, ponakan dan familinya meninggal dunia saat terjadinya kerusuhan itu.

Dalam bincang awak media dengan Erizal yang merupakan warga Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan ini, dirinya mengaku sangat trauma atas peristiwa yang dialaminya dan keluarganya. Erizal juga mengatakan, tidak mau lagi kembali ke Wamena.

Selain itu, Erizal juga berharap ke Pemerintah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mau bertanggungjawab atas kejadian yang menimpanya tersebut, serta bersedia mengganti segala kerugian yang dialaminya. Karena saat dievakuasi keluar dari daerah tersebut, dirinya hanya pergi begitu saja, tanpa membawa apapun barang miliknya, selain pakaian yang melekat di tubuhnya.(**)


Loading...
www www