Home >  Berita >  Peristiwa

Aksi Sejuta Masker di CFD Jakarta, Jurnalis Peduli Asap: Tangkap dan Adili Perusahaan Pembakar Lahan!

Aksi Sejuta Masker di CFD Jakarta, Jurnalis Peduli Asap: Tangkap dan Adili Perusahaan Pembakar Lahan!
Aksi Sejuta Masker Jurnalis Peduli Asap. (Istimewa)
Minggu, 22 September 2019 14:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ratusan wartawan dari berbagai media cetak, online, televisi dan radio yang tergabung dalam 'Mata Rantai Jurnalis Indonesia' menggelar aksi simpatik terhadap korban bencana asap dan karhutla di area CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Kegiatan yang diberi label 'Aksi Sejuta Masker Jurnalis Peduli Asap' ini, selain mendesak penagak hukum untuk menangkap dan mengadili para pelaku pembakaran lahan, juga disii dengan penggalangan dana.

"Penggalangan dana ini kita maksudkan untuk membantu para korban asap di berbagai wilayah seperti Riau, Jambi, Sumsel dan Kalimantan," ujar Koordinator Aksi Riman Wahyudi dari Jurnalis Elshinta Radio.

Selain jurnalis, hadir dalam penggalangan dana ini beberapa musisi band Indonesia diantaranya Sang Alang, Ricky elpamas, Ryo domara voc, Iram ucamp gitaris, Rere Gressrock, dll.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera berdampak signifikan bagi kesehatan masyarakat. Lebih dari 27 ribu orang menderita ISPA di Palangkaraya dan Jambi, serta ada pula yang wafat akibat kabut asap. Sementara, jumlah dampak karhutla di Provinsi Riau sejak awal September hingga Jumat (20/9) sudah mencapai 24.589 kasus.

"Untuk itulah Mata Rantai Jurnalis yang tergabung dari semua media baik televisi, online, cetak, foto dan radio melakukan penggalangan dana ini," tandasnya.

Hasil penggalangan dana ini kata Wahyu, nantinya akan digunakan untuk membeli masker N9 dan diberikan kepada korban yang terdampak asap di daerah.

"Sekali lagi, aksi Ini bentuk kepedulian Jurnalis atas bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Aksi ngamen #aksisejutamasker ini juga mendesak pemerintah untuk mengembalikan udara segar bagi mereka yang terdampak asap," tegasnya.

"Kembalikan matahari mereka. Kembalikan keceriaan mereka. Tangkap dan adili pelaku / pengusaha pembakaran karhutla tanpa pandang bulu," pungkasnya.

Untuk diketahui, meski penanggulangan kebakaran dan lahan terus dilakukan, faktanya titik panas (hotspot) masih terus bermunculan. Hari ini, Minggu (22/9/2019), citra satelit Terra/Aqua mendeteksi sebanyak 1.769 hotspot terdeteksi di Pulau Sumatera.

Dari jumlah 'panen' 1.769 titik panas di bawah level 50 persen tersebut, Provinsi Jambi menjadi daerah yang paling membara karena terdeteksi 799 titik panas. Lalu, Sumatera Selatan 619 titik dan Riau masih berada di posisi ketiga penyumbang hotspot sebanyak 211 titik. Kemudian, Bangka Belitung 71 titik, Lampung 43 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Sumatera Barat delapan titik dan Sumatera Utara tiga titik.

"Hotpsot di Riau terbanyak ketiga dengan 211 titik yang tersebar di sembilan daerah. Yaitu Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Kota Dumai, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu)," kata forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami di Pekanbaru, Minggu pagi.

Sedangkan, untuk di level confidence di atas 70 persen, citra satelit mendeteksi Riau menyumbang 150 titik yang diduga sebagai titik api. Yakni Inhil 44 titik api, Inhu 37 titik api, Pelalawan 21 titik api, Rohil 19 titik api, Kampar sembilan titik api, Bengkalis dan Dumai masing-maisng enam titik api, Meranti dan Kuansing masing-masing empat titik.***


Loading...
www www