Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
11 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
14 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
14 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
16 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
5
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
Pemerintahan
12 jam yang lalu
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
6
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Umum
20 jam yang lalu
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

BMKG Nyatakan Udara Dharmasraya Sudah Masuk Level TIDAK SEHAT

BMKG Nyatakan Udara Dharmasraya Sudah Masuk Level TIDAK SEHAT
Tim BMKG melakukan pengukuran kualitas udara di lapangan sepak bola Sport Center Dharmasraya, Jumat (13/9/2019).
Sabtu, 14 September 2019 11:11 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Hasil pengukuran yang dilakukan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di halaman lapangan sepak bola Sport Center Dharmasraya, Jumat (13/9/2019) menyatakan kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya masuk level sangat tidak sehat.

Kasi Data dan Informasi, BMKG Bukit Kototabang Agam, Manat Panggabean yang menjadi Ketua Tim BMKG saat melakukan pengukuran udara mengatakan, pihaknya datang ke Dharmasraya atas permintaan dari Dinas Badan Lingkungan Hidup Dharamaraya karena adanya kabut asap.

"Kami telah melakukan kegiatan tes dan pengukuran udara serta cuaca sudah dua kali, waktu kami yang pertama berapa hari lalu tidak separah ini, tapi pada hari ini dilihat dengan kasat mata saja sudah parah," katanya.

Pada kegaiatan tes dan pengukuran udara, tim menggunakan dua alat, di antaranya EPAM 5000, alat portable mengukur PM 10 atau asap dan satu paket alat pengukur cuaca, meliputi arah dan kecepatan angin, kelembaban dan suhu.

Dalam pengukuran dilakukan JUmat kemaren, hasilnya PM10 tercatat di kisaran 216-312 mikrogram/m3 atau median +/- 280 mikrogram/m3. Visibility < 2 km. Dari hasil tersebut berarti daerah kabupaten Dharmasraya termasuk dalam level daerah Sangat Tidak Sehat dalam kejadian kabut asap yang terjadi saat ini.

"Kalau seandainya tidak ada hujan dan kemarau panjang terus berlanjut, bisa jadi udara Kabupaten Dharmasraya di atas Sangat Tidak Sehat dalam level bahaya dalam situasi kabut asap

"Dengan status seperti ini Pemkab Dharmasraya harus segera mengambil keputusan dan himbauan kepada masyarakat pelajar dan lain-lainnya tentang terjadinya kabut asap ini," ucap Manat Panggabean. (ep)


Loading...
www www