Home > Berita > Agam

Ditinggal Pergi, Rumah Warga di Gaduik Agam Ini Ludes Dilalap Api

Ditinggal Pergi, Rumah Warga di Gaduik Agam Ini Ludes Dilalap Api
Ditinggal Pergi, Rumah Warga bernama Rina Sumarni (45) di Jorong PSB, Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam Ini Ludes Dilalap Api, Selasa 6 Agustus 2019, sekira pukul 13.45 WIB.
Selasa, 06 Agustus 2019 17:13 WIB
Penulis: Jontra
AGAM - Satu unit rumah warga yang berada di Sungai Talang, Jorong Pulai Sungai Talang Bukik Lurah (PSB), Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam ludes terbakar, Selasa 6 Agustus 2019, sekira pukul 13.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp150 juta.

Kobaran api berhasil dijinakkan sekitar 20 menit kemudian, setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam ikut membantu memadamkan kobaran api sehingga tidak merembet ke rumah warga lainnya.

Pemilik rumah yang terbakar, Rina Sumarni (45) mengaku tidak mengetahui rumahnya terbakar, karena ia sedang tidak berada di rumah saat peristiwa itu terjadi.

"Saat kebakaran, saya tidak berada di rumah. Api begitu cepat membesar sehingga tidak ada barang yang bisa diselamatkan," kata Rina kepada awak media di lokasi kebakaran.

Sementara itu, orang tua Rina bernama Sabedar (75) mengaku tidak tahu dari mana berasal api. Karena waktu kejadian saya sedang di kamar, saya tidak tahu dari mana asal api, sampai bisa merambat ke dalam kamar, karena api begitu cepat membesar. "Saya berusaha berjalan ke luar rumah. Tidak ada barang yang bisa saya selamatkan, semuanya terbakar," terang Sabedar yang masih terlihat masih trauma karena mengalami peristiwa itu.

Sementara itu, Camat Tilatang Kamang, Ade Harlien atas nama pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial memberikan bantuan berupa tenda, selimut dan alat memasak untuk meringankan beban korban di lokasi kejadian.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, saya menghimbau kepada warga agar selalu berhati - hati terhadap api. Terutama, dengan situasi cuaca musim kemarau seperti saat ini, sangat rentan terhadap peristiwa kebakaran," ujar Ade.

Wakapolsek Tilatang Kamang Iptu Amrizal dan Babinkantibmas Nagari Gadut Aipda Irwan Agus yang ikut menyaksikan peristiwa kebakaran itu menyebutkan, pada saat kebakaran cuaca juga sangat panas yang disertai dengan tiupan angin, sehingga api cepat membesar, ucapnya.

"Hanya dalam waktu 20 menit rumah tersebut habis dilalap api. Sewaktu saya datang api masih kecil, kemudian saya mengajak warga setempat untuk membantu menyelamatkan barang, namun upaya ini tidak banyak menolong, karena api telah membesar," ungkapnya. Wakapolsek juga mengatakan penyebab peristiwa kebakaran ini masih dalam penyelidikan tim forensik dari Polres Bukittinggi, tutupnya.(**).


wwwwww