Loading...
Home >  Berita >  Umum

Gigihnya Sopir Kanvas Keliling asal Padang Berbuah Manis, Tahun Ini Akhirnya Bisa Naik Haji

Gigihnya Sopir Kanvas Keliling asal Padang Berbuah Manis, Tahun Ini Akhirnya Bisa Naik Haji
Kamis, 11 Juli 2019 21:23 WIB
PADANG - Meski wajah sudah lelah lantaran sibuk mengurus keberangkatan untuk naik haji, namun Mawaldi Idrus (45) tetap semangat menarik dua tas koper warna oranye di asrama haji Padang, Sumatera Barat.

"Saya lagi menunggu istri sedang memeriksa kesehatan sama petugas di dalam, tadi juga barus siap mengurus nama-nama dan pembagian kamar di asrama ini kita akan berangkat haji,” tuturnya seperti dilansir GoNews.co dari Okezone, Kamis (11/7/2019).

Baju batik warga biru muda bermotif bunga sebagai seragam untuk para rombongan kloter juga dibuka kancingnya karena ruang pertemuan itu sesak dan panas.

“Saya berasal dari Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Saya dan istri saya akan naik haji itu sudah lama kami cita-citakan dan kami melaksanakan amanah dari kakek, nenek dan orang tua kami,” katanya.

Untuk menunaikan ibadah haji ini Mawaldi sehari-hari bekerja sebagai sopir kanvas yang menjual PMD ke toko-toko yang ada di wilayah Kabupaten Pasaman dan bahkan sampai ke Tapanuli Selatan.

“Saya bekerja sebagai sopir mobil kanvas mengantarkan PMD, mobil itu mobil kakak saya bekerja saat masih lajang sejak tahun 1995. Mobil yang saya angkut ini mengisi warung-warung di beberapa daerah. Jadi, kalau banyak toko yang diisi banyak pula untungnya kalau sedikit maka sedikit pula untungnya,” ujarnya.

Dari usaha ini, Mawaldi pada 1999 mencoba menyisihkan uang pendapatnya untuk ditabung naik haji. Pada saat itu, dia mencoba untuk mendaftar, namun ditolak karena uang yang terkumpul belum cukup, dan baru pada 2011 bisa diterima mendaftar.

“Pada tahun 1999 itu saya menabung pribadi dulu karena pada saat itu saya coba tapi tidak diterima karena uang itu tidak memenuhi persyaratan, baru pada tahun 2011 saya diterima karena uang biaya haji persyaratannya Rp25 juta,” ulasnya.

Baru tahun ini, ia bisa mengecap hasil tabungannya untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya yang telah lama dicita-citakan. “Kami ini turun temurun sejak zaman nenek saya, dia pernah berpesan kalau ada rezeki nak, cucu untuk naik haji, keturunan kami sudah ada naik haji, ini pertama kali saya naik haji. Kalau sempat saya dipanggil di Makkah saya ikhlas ini panggilan Allah bukan panggilan manusia,” ucapnya.

Mawaldi memiliki istri Nurhaini (45) dan buah hati lima orang, satu orang kuliah, satu lagi di Jakarta sedang pelatihan, tiga orang di kampung halamannya yang masih SMA, SMP dan SD.

“Mereka tinggal sama bibinya, rencananya untuk menunaikan ibadah haji selama 42 hari. Keberangkatan hari ini hanya membawa pakaian dan kebutuhan selama menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Mawaldi berangkat dengan kloter V bersama 388 orang lainya yang berasal dari Kabupaten Pasaman dan Pesisir Selatan. Mereka berangkat pada dari Embarkasi Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau, sementara pesawat akan terbang pada pukul 12.55 WIB.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Umum, Peristiwa, Sumatera Barat

Loading...
www www