Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
23 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
GoNews Group
12 jam yang lalu
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
3
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
GoNews Group
12 jam yang lalu
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
4
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
GoNews Group
14 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
5
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
Politik
14 jam yang lalu
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
6
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
Ekonomi
15 jam yang lalu
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Dari Malang Hadir Minyak Goreng Berbahan Ulat

Dari Malang Hadir Minyak Goreng Berbahan Ulat
Foto: bbcindonesia
Sabtu, 06 Juli 2019 20:18 WIB
JAKARTA - Para mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Malang, telah memulai upaya-upaya ilmiah untuk membuat minyak goreng dari ulat. Bukan sembarang ulat yang digunakan, melainkan ulat Jerman yang merupakan telur dari kumbang.

Upaya ini, juga ditujukan untuk mengurangi pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Sebagai mana diketahui, kelapa sawit adalah bahan baku utama untuk minyak goreng selama ini. Demikian diberitakan bbcindonesia.

Tidak hanya minyak goreng, produk olahan lainnya seperti mentega juga diproduksi oleh para mahasiswa Malang dengan menggunakan ulat Jerman sebagai bahan baku.

Minyak goreng dari ulat Jerman ini, rencananya akan segera dikomersilkan, dan perusahaan-perusahaan di Eropa pun sudah siap jadi pembeli.

Pada 2016, tim mahasiswa yang tergabung dalam proyek Biteback, Insect Mineral Oil itu, meraih juara 2 dalam lomba teknologi ketersediaan pangan berkesinambungan, Thought for Food, yang digelar di Swiss.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi minyak sawit yang sering dituduh sebagai penyebab kerusakan hutan.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : BBC Indonesia
Kategori : GoNews Group, Pendidikan, Lingkungan

Loading...
www www