Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sumatera Barat Berlakukan tatanan New Normal Nulai 8 Juni
Sumatera Barat
16 jam yang lalu
Sumatera Barat Berlakukan tatanan New Normal Nulai 8 Juni
2
Lolos Pemeriksaan di Bandara, Seorang Perantau Pulang Kampung ke Padang Pariaman Positif Covid-19
Padang Pariaman
15 jam yang lalu
Lolos Pemeriksaan di Bandara, Seorang Perantau Pulang Kampung ke Padang Pariaman Positif Covid-19
3
Helikopter Jatuh, 4 Perwira TNI AD Tewas, Begini Kronologisnya Menurut Saksi Mata
Nasional
21 jam yang lalu
Helikopter Jatuh, 4 Perwira TNI AD Tewas, Begini Kronologisnya Menurut Saksi Mata
4
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
GoNews Group
22 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
5
Helikopter Jatuh dan 4 Anggota TNI Meninggal, Pimpinan MPR RI Sampaikan Bela Sungkawa
Politik
16 jam yang lalu
Helikopter Jatuh dan 4 Anggota TNI Meninggal, Pimpinan MPR RI Sampaikan Bela Sungkawa
6
Enam Polisi Pukul Remaja Autis Secara Brutal dan Mengikatnya di Tiang
Internasional
22 jam yang lalu
Enam Polisi Pukul Remaja Autis Secara Brutal dan Mengikatnya di Tiang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

28 Maskapai China Termasuk China Southern Airlines Siap Serbu Penerbangan Domestik di Indonesia

28 Maskapai China Termasuk China Southern Airlines Siap Serbu Penerbangan Domestik di Indonesia
Minggu, 09 Juni 2019 13:13 WIB
JAKARTA - Rencana Presiden Jokowi mengundang maskapai asing sebagai salah satu cara agar harga tiket pesawat domestik turun seperti semula disambut antusias perusahaan maskapai China.

Meski kebijakan tersebut menuai kekhawatiran dari maskapai domestik, sepertinya usulan Jokowi ini tetap akan berjalan terus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan memberikan apresiasi atas usulan Jokowi tersebut sebagai ide yang bagus.

"Ya, ide Pak Presiden bagus sekali, kita akan mempelajari. Insya Allah itu bisa dilaksanakan tentunya memperhatikan asas cabotage, katanya," Jumat (31/5/2019) di Jakarta.

“Perusahaan asing itu harus memiliki perusahaan dulu di sini dan sahamnya harus dimiliki oleh Indonesia 51 persen, juga terus mengikuti syarat-syarat lain,” katanya.

Menhub mengatakan kebijakan tersebut tidak perlu mengganti undang-undang yang ada dan berlaku. “Enggak perlu diganti, yang lain ikut saja. Saya pikir ide yang bagus dari Presiden Jokowi,” katanya.

Ungkapan Menhub tersebut, sebagai jawaban atas keinginan Presiden Jokowi yang akan mengundang maskapai-maskapai baru untuk membuka rute domestik. “Tujuannya, konsumen nantinya bisa memiliki lebih banyak pilihan,” kata Jokowi.

Selain itu, menurut Presiden, maskapai juga semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin terjangkau. “Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai asing) akan semakin efisien,” tambahnya.

"Maskapai asing bisa mendirikan perusahaan (perseroan terbatas) dan membuka rute-rute domestik,” kata Jokowi.

Saat ini, kata Budi Karya Sumadi, maskapai asing yang telah membuka rute penerbangan domestik di Indonesia adalah AirAsia, dimana 49,25 persen sahamnya dimiliki oleh AirAsia Investment Ltd.

Budi Sumadi juga menambahkan, 28 maskapai China mulai dari Air China Ltd., dan China Southern Airlines Co. Ltd., China Eastern Airlines Corp Ltd dan yang lainnya sudah mengajukan keinginannya berinvestasi di sektor jasa penerbangan tersebut.

Sementara itu pakar penerbangan China Li Xiaojin menyatakan, tawaran Indonesia untuk memenuhi penerbangan domestiknya akan sangat membantu keterpurukan maskapai China selama ini. “China telah mengandangkan 96 pesawat, yang merupakan sekitar 4 persen dari pesawatnya. Pendaratan itu menyebabkan kerugian besar bagi maskapai China,” katanya seperti dikutip Reuters.

Li memperkirakan kerugian harian yang diderita maskapai akibat mengandangkan pesawat Boeing mencapai sekitar 100 ribu yuan atau sekitar US$14.470 per pesawat akan dapat terpenuhi apabila bisa menguasai jasa penerbangan di Indonesia. ***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Eramuslim.com dan Reuters
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
www www