Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
22 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
23 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
23 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
5
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
8 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
6
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Menko Darmin Mengaku Pusing, Mahalnya Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Menko Darmin Mengaku Pusing, Mahalnya Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 06 Juni 2019 19:20 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara soal mahalnya tiket pesawat tujuan domestik yang banyak dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini.

Menurut Darmin, mahalnya tiket pesawat juga mengganggu laju pertumbuhan ekonomi karena fenomena tersebut berdampak langsung pada sektor pariwisata.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2019, sebut Darmin, seharusnya bisa mencapai 5,1 hingga 5,2 persen. Namun, mahalnya tiket pesawat membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut hanya mentok di angkat 5,07 persen.

"Jadi pertumbuhan ekonomi bisa 5,1 persen di kuartal I kemarin. Tapi karena harga tiket tinggi, pariwisata merosot," ujarnya saat ditemui di rumah dinasnya di Jakarta kemarin, Rabu (5/6).

"Seandainya harga tiket tidak setinggi itu, pariwisata bisa digenjot," imbuhnya.

Namun demikian, Darmin tampak kurang sepakat dengan strategi mengundang maskapai penerbangan asing sebagai solusi untuk mahalnya harga tiket. Pasalnya, maskapai dalam negeri akan semakin berat menjalankan bisnis jika ada pesaing dari luar.

Sebelumnya, solusi mengundang maskapai asing ini disuarakan salah satunya oleh Presiden Joko Widodo. Presiden menilai, mahalnya harga tiket pesawat disebabkan oleh minimnya persaingan di sektor penerbangan.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
www www