Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
21 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
9 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
8 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
9 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
6
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
3 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ditargetkan H-7 Lebaran, Jembatan Kayu Tanam Sudah Bisa Dilewati

Ditargetkan H-7 Lebaran, Jembatan Kayu Tanam Sudah Bisa Dilewati
Proyek pengerjaan jembatan Batang Kalu di kawasan Kayu Tanam, Sumatera Barat. (foto: harianhaluan.com)
Sabtu, 18 Mei 2019 14:19 WIB
PADANG - Jembatan Batang Kalu di Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang ambruk karena banjir banang pada Desember 2018, akan selesai dibangun ulang dan bisa dilewati mulai H-7 Lebaran 2019 sehingga tidak akan menjadi salah satu titik kemacetan.

"Sekarang sedang proses konstruksi, targetnya H-7 selesai dan bisa dilewati kendaraan seperti semula," kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Aidil Fiqri, seperti dilansir harianhaluan.com mengutip Antara.

Selain jembatan utama, dua unit jembatan darurat yang saat ini menjadi akses bagi pengendara, tetap akan dipertahankan untuk sementara. Jika dibutuhkan dua unit jembatan itu bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan.

Sementara kondisi fisik jalan lintas Sumatera Padang - Pekanbaru via Limapuluh Kota berada dalam kondisi baik dan laik untuk digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Ruas jalan Bukittinggi – Pangkalan, Limapuluh Kota, sedang dilaksanakan pekerjaan patching, overlay hotmix (pengaspalan), dan pemasangan u-ditch untuk drainase.

Lalu pekerjaan holding dari Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tanjung Pati, dan Jalan Diponegoro 50 Kota dilakukan karena aspal sudah tua dan perlu perbaikan darurat agar pemudik nyaman melaluinya.

“H-10 Bukittinggi – batas Riau sepanjang 112 kilometer sudah sangat baik untuk dilewati," ujarnya.

Sementara ruas Padang - Bukittinggi sepanjang 90 kilometer nyaris tanpa lobang besar. Hanya ada beberapa aspal retak, solusinya penanganan patching telah dilakukan saat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi menyebut pada jalan itu terdapat beberapa titik kemacetan parah, di antaranya Pasar Padang Luar dan Pasar Koto Baru.

Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan yang terjadi.

Namun untuk titik Jembatan Batang Kalu Kayu Tanam, katanya, agak luput dari pendataan, padahal lima bulan terakhir menjadi salah satu titik macet parah di ruas jalan tersebut.

Beruntung konstruksi jembatan yang ambruk di titik itu bisa diselesaikan sebelum lebaran, katanya.

Jalan lintas Sumatera Padang - Pekanbaru merupakan salah satu ruas jalan terpadat saat arus mudik dan balik lebaran.

Kondisi fisik jalan yang baik akan mengurangi potensi terjadinya perlambatan dan kemacetan di ruas jalan itu. ***

Editor : arie rh
Sumber : harianhaluan.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat, Padang Pariaman

Loading...
www www