Home >  Berita >  Umum

Prabowo Menang Telak di Lhokseumawe, Seribuan Warga Masih Diblokir Datanya oleh Kemendagri

Prabowo Menang Telak di Lhokseumawe, Seribuan Warga Masih Diblokir Datanya oleh Kemendagri
Senin, 29 April 2019 16:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Seribuan warga Lhokseumawe, Aceh masih diblokir datanya oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri. Bagaimana kaitannya dengan Pemilu 2019?

"Pada awal tahun saat aturan tersebut mulai diberlakukan, memang ada 8.000 lebih data kependudukan yang diblokir di Lhokseumawe. Tapi kita terus melakukan sosialisasi, sehingga saat ini tinggal seribuan lagi warga yang berumur 23 tahun ke atas yang belum melakukan perekaman," ujar Kepala Disdukcapil Kota Lhokseumawe, Taufik, seperti dikutip dari aceh.tribunnews.com pada Senin (29/4/2019).

Aturan yang dimaksud adalah pemblokiran data kependudukan bagi warga berusia 23 tahun ke atas yang hingga 31 Desember 2018 tak kunjung melakukan perekaman E-KTP. Sesuai data dari Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lhokseumawe, 1.012 data kependudukan warga Lhokseumawe berumur 23 tahun ke atas masih diblokir.

Bagi warga yang datanya diblokir oleh Dukcapil Kemendagri, maka warga tersebut tidak bisa melakukan pengurusan administrasi, seperti untuk kebutuhan di BPJS, paspor, dan lainnya.

Lebih jauh, pemblokiran tersebut juga bisa berdampak pada hak memilih warga di TPS dalam Pemilu 2019. Karena pasal 348 UU 7/2017 tentang Pemilu mensyaratkan KTP elektronik bagi Pemilih yang berhak mencoblos di TPS. Terkait hal ini, aktivis demokrasi dari Perludem, Titi Anggraini, belum pencerahan saat dikonfirmasi.

Lhokseumawe, tercatat sebagai kota yang rekapitulasi suaranya hampir rampung. Per 29 April 2019, pukul 15:30:05 WIB, Situng KPU RI menunjukkan rekapitulasi C1 sudah rampung 97.90356% atau 467 dari 477 TPS.

Jokowi-Maruf, meraih 8,38 % (7.816 suara), sementara Prabowo-Sandi menang telak dengan raihan 91,62 % (85.411 suara) total perolehan suara keduanya sebanyak 93.227 dari DPTHP-2 sebanyak 130.104 pemilih.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Umum, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www