Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
18 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
2
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
3
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
16 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
4
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
Peristiwa
22 jam yang lalu
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
5
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
6
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
7 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Diperiksa Bawaslu, Istri Gubernur Sumbar Terancam Pidana

Diperiksa Bawaslu, Istri Gubernur Sumbar Terancam Pidana
Rabu, 06 Maret 2019 11:17 WIB
JAKARTA - Caleg DPR RI Dapil Sumbar II dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina terancam terjerat pidana usai menjalani proses klarifikasi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, selama empat jam lebih.

"Hukuman berat berupa ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp24 juta andai dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya di SMKN 2 Guguak terbukti," kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra di Tanjung Pati, Selasa, (05/3/2019).

Dalam proses klarifikasi dugaan kasus pelanggaran kampanye tersebut, istri orang nomor satu Sumbar tersebut dijerat dengan pasal 280 ayat 1 uruf H Undang-Undang Nomo 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Pasal tersebut dijuntokan dengan pasal 521 UU," ujarnya.

Yori menyebut saat ini pihaknya baru di tahap pertama, yaitu klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

"Tahap kedua nanti, Bawaslu melaporkan hasil klarifikasi dan kepolisian melaporkan hasil penyelidikan, dari situ nanti diputuskan apakah dilanjutkan ke penyidikan atau tidak," jelasnya.

Ia menjelaskan dalam proses klarifikasi Bawaslu bersama pihak kepolisian dari Gakkumdu baru meminta klarifikasi dari Nevi Zuairina terkait kahadirannya di SMKN 2 Guguak pada 31 Januari 2019 lalu.

"Dugaannya itu melakukan kampanye dalam bentuk penyebaran bahan kampanye yaitu kartu nama di tempat pendidikan. Bahan kampanye itu dibagikan kepada beberapa kepala sekolah yang hadir pada kegiatan tersebut," jelasnya.

Sementara itu Ketua tim Nevi Zuairina, Rinaldi menyebut selama proses pemeriksaan Bawaslu dan Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) menanyak sebanyak 18 pertanyaan.

Ia menerangkan, saat hadir pada kegiatan di salah satu SMKN di Kabupaten Limapuluh Kota tersebut, Nevi Zuairina diundang dalam kapasitasnya sebagai praktisi pendidikan.

"Kalau ibuk, berdasarkan materi yang disampaikan tadi memang tidak ada membagikan bahan kampanye dan kita tidak tahu dari mana bahan kampanye yang kemudian tersebar di lokasi tersebut," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:antara
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Sumatera Barat

wwwwww