Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
23 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
24 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
12 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
4
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
11 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
5
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
3 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
6
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
Pasaman Barat
16 jam yang lalu
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Polres Dharmasraya Pantau Aktivitas di Dua Grup Facebook

Polres Dharmasraya Pantau Aktivitas di Dua Grup Facebook
Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir.
Kamis, 20 Desember 2018 21:26 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019, ditengarai banyak informasi hoax beredar di media sosial yang dikhawatirkan bisa memicu gesekan di masyarakat.

Mengatisipasi hal tersebut, Polres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) memantau secara khusus aktivitas dua grup Facebook, karena terindikasi banyak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Kedua grup FB tersebut adalah Dharmasraya Facebook Comunity dan Dharmasraya Facebook Comunity Jilid II.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir ditemui GoSumbar di Mapolres Dharmasraya, Kamis (20/12/2018) mengatakan banyak akun-akun yang ditenggarai menyebarkan berita bohong yang memicu komentar kotor dan adu domba.

Dari hasil pantauan pihaknya, kata Kapolres, ada dua grup media sosial Facebook yang mendapat perhatian dari pihak Polres, yaitu Dharmasraya Facebook Comunity dan Dharmasraya Facebook Comunity.

Menurut Kapolres, penyebaran hoax melalui media sosial akan semakin masif dan aktif hingga Pemilu 2019. Untuk itu ia mengimbau admin kedua grup tersebut untuk memblokir akun-akun yang dinilai memprovokasi dan menyebarkan kabar bohong.

Ia mengimbau masyarakat mesti menyaring berita terlebih dahulu sebelum menyimpulkan sesuatu, agar nilai-nilai keharmonisan di tengah masyarakat tetap terjaga.

Kapolres mengingatkan, penyebar hoaks dapat dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami akan memantau lebih intensif karena aktivitas di media sosial menjelang Pemilu serentak ini kian mengkhawatirkan. Polres akan terus memantau akun media sosial yang ditengarai menyebarkan hoax yang dapat memprovokasi masyarakat jelang Pemilu 2019," katanya.

"Jangan sampai kita terprovokasi hoax, dan jangan pula gara-gara politik kita tidak baik antara sesama keluarga, agama, teman dan lainnnya. Mari kita menjaga kesatuan, silaturrahmi dan keamaanan untuk kita bersama," tegas Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir.(ep)


Loading...
www www