Awas... Ada Jembatan Retak, Bus dan Truk Diimbau Tak Lewat Jalur Alternatif Malalak

Awas... Ada Jembatan Retak, Bus dan Truk Diimbau Tak Lewat Jalur Alternatif Malalak
ilustrasi
Sabtu, 15 Desember 2018 20:16 WIB
BUKITTINGGI - Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengimbau bus, truk dan kendaraan besar lainnya untuk menghindari jalur alternatif Malalak menuju Padang dari Bukittinggi.

"Karena ada jembatan retak di Kampung Lambeh, Kecamatan Malalak Timur, maka kendaraan dengan beban berat tidak dianjurkan melewati Malalak," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi AKP Rizky Cholik yang dikonfirmasi di Bukittinggi, Sabtu (15/12/2018).

Ia mengatakan, untuk sementara belum dilakukan pengukuran terkait keretakan jembatan itu, namun secara sepintas kondisinya dinilai tidak layak untuk dilewati kendaraan dengan beban berat.

"Sampai pagi ini imbauan tersebut masih berlaku. Untuk itu bus dan truk jangan lewat Malalak dulu. Ada jalur alternatif lewat Singkarak menuju Solok, Sitinjau Laut dan Padang, namun tetap harus hati-hati juga di jalur tersebut," ujarnya seperti dilansir dari elshinta.com.

Sementara, bagi kendaraan roda dua dan mobil pribadi tetap bisa melewati jalur itu dari Bukittinggi menuju Padang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Wahyu Bestari menambahkan untuk sementara jalur Malalak dari Bukittinggi menuju Padang diperuntukan kendaraan pribadi roda dua dan empat, serta kebutuhan darurat seperti ambulans.

"Sesuai arahan dari Polres Bukittinggi, kita menghindari jembatan makin rusak jika dilalui kendaraan dengan beban berat atau lebih parah lagi kalau ambruk. Jalur ini juga penting sebagai akses Padang-Bukittinggi," ujarnya.

Ia menyebutkan untuk pengecekan kondisi dan perbaikan jembatan sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi karena statusnya sebagai jalan provinsi.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinas PU Sumbar, pagi ini informasinya akan lakukan pengecekan ke sana," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, jalur utama Padang-Bukittinggi terputus di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam pada Senin (10/12) sore karena jembatan ambruk setelah hujan deras mengguyur daerah itu.

Selanjutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun jembatan darurat yang ditargetkan dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (15/12).

Hanya saja jembatan darurat tersebut untuk kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi sedangkan kendaraan dari arah Bukittinggi melewati Malalak. ***

Editor:arie rf
Sumber:elshinta.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Barat, Bukittinggi

wwwwww