Baru Dibuka, Pasar Van Der Capellen Disukai Travel Agen Mancanegara

Baru Dibuka, Pasar Van Der Capellen Disukai Travel Agen Mancanegara
Pasar Van Der Capellen. (foto: Merdeka.com)
Kamis, 25 Oktober 2018 18:55 WIB
BATUSANGKAR - Destinasi digital Pasar Van Der Capellen di Batusangkar memang luar biasa. Belum lama dibuka, pasar ini sudah mampu mencuri perhatian. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan 135 pengusaha tour and travel dari tiga negara, Minggu (21/10/2018) lalu.

Rombongan pengusaha tour and travel yang berkunjung ke Pasar Van Der Capellen itu adalah peserta Padang Travel Mart 2018. Program ini besutan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumbar.

Menurut Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah, seperti dilansir merdeka.com, para pengusaha ini berasal dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Mereka datang untuk survei dan melihat langsung pasar yang mengusung konsep tradisional tersebut.

"Saya sangat rekomendasikan para travel agent untuk membawa tamunya ke sini. Kalau bisa, menginap di Tanah Datar, lalu para tamu bisa menikmati Minggu pagi di sini. Suasana di pasar ini sangat tradisional dan pasti dicari-cari oleh wisatawan," ujar Ian Hanafiah.

Apa yang disampaikan Ian Hanafiah juga diamini para peserta rombongan. Sam Choo Mun, misalnya. Pengusaha tour travel asal Singapura itu mengatakan, umumnya wisatawan selalu ingin menikmati kuliner khas negara dan daerah yang dikunjungi.

Dan, Pasar Van Der Capellen menyediakan apa yang diinginkan wisatawan. Selain itu destinasi digital ini unik. Para pedagangnya berpakaian tradisional, serta ada hiburan musik tradisional. "Pelancong sangat mencari suasana seperti ini," ujarnya.

Selain berbagai kelebihan tersebut, para pengunjung pasar disuguhi berbagai atraksi kesenian lainnya. Seperti talempong pacik dan ada pagar ayu dari Nagari Padang Magek, lengkap dengan pakaiannya yang khas.

"Minggu ini kita juga buat lomba melukis di atas nampan. Untuk pengunjung, kita sediakan sepeda ontel dengan segala pernak-pernik tempo dulu. Selain itu ada spot-spot foto baru yang kita sediakan. Pokoknya, selalu ada yang baru," ujar Juragan Pasar Van Der Capellen, Ade Firman.

Sepertinya memang wajar jika Pasar Van Der Capellen selalu tampil fantastis. Pasalnya destinasi digital ini memang paten. Berbagai spot instagramable tersaji lengkap di destinasi ini. Asiknya semua itu berpadu manis dengan suasana tempo doeloe di Kota Batusangkar.

Pasar ini berada tepat di Benteng Van Der Capellen. Sebuah situs sejarah peninggalan masa penjajahan Belanda. Ditambah lagi lokasi benteng ini sangat strategis. Berada tepat di jantung Kota Batusangkar. Lokasinya dekat Lapangan Cindua Mato, Gedung Indo Jalito, Pasar Batusangkar, sekolah dan perkantoran di Kota Batusangkar.

"Kalau boleh dibilang ini adalah salah satu ikon Kota Batusangkar. Jadi siapa pun mengenal tempat ini. Kami ingin meramaikan ikon ini dengan adanya destinasi digital di dalamnya. Sehingga wisatawan menjadi lebih terhibur lagi," pungkas Hijrah.

Terpisah Koordinator GenPI Nasional, Mansyur Ebo mengatakan, pasar-pasar yang dibangun oleh GenPI sudah pasti fenomenal. Karena semua dikonsep matang dengan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing.

"GenPI ini merupakan anak-anak muda yang militan mempromosikan pariwisata Indonesia. Mereka dituntut harus kreatif serta pandai membaca arah pasar yang diminati wisatawan. Sehingga setiap pasar yang dihadirkan sudah pasti tidak akan sama. Semua mempunyai ciri khas masing-masing," ujar Ebo.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun sumringah. Menurutnya Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Melengkapi destinasi yang ada di daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Konsep community development diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder. Termasuk juga masyarakat sekitar lokasi pasar. Sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat dari adanya pasar digital ini sekaligus mengangkat destinasi utama," tutur Menpar Arief.

Menteri berdarah Banyuwangi itu juga menyebut, anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia.

"Di sana juga mengasah mereka untuk terus berkreasi, berinovasi, mengikuti selera zaman yang makin cepat bergerak. Saya ingin menghidupkan minimal 100 Pasar GenPI baru di tahun 2018 ini," imbuh Menpar Arief Yahya. ***

Editor:arie rf
Sumber:merdeka.com
Kategori:Tanah Datar, Sumatera Barat, Umum, GoNews Group

wwwwww