Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
23 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
8 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
3
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
20 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
4
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
20 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
5
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
Padang
23 jam yang lalu
Ratusan Pengemudi Go-jek di Padang Gelar Unjuk Rasa
6
Hikmah Dibalik Penjara Arab Saudi Selama 18 Tahun, Ety Berhasil Hafal 30 Juz Alquran
Peristiwa
22 jam yang lalu
Hikmah Dibalik Penjara Arab Saudi Selama 18 Tahun, Ety Berhasil Hafal 30 Juz Alquran
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Rumah Terbakar, Tanah Diserobot, Akhirnya Pria Tua Ini Melapor ke Polisi

Rumah Terbakar, Tanah Diserobot, Akhirnya Pria Tua Ini Melapor ke Polisi
Samsul Bahri (kiri), ketika melaporkan kasus penyerobotan tanah miliknya ke SPK Polresta Padang.
Rabu, 09 Agustus 2017 17:41 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Samsul Bahri (66), warga RT 01/RW 07 Kayu Aro, Bungus Teluk Kabung, terpaksa mengadu ke Polresta Padang. Pasalnya, pada lokasi tanah miliknya telah dibangun pondasi rumah oleh Basir Rajo Labih cs.

Kurang senang dengan tindakan Basir Rajo Labih cs, Senin (7/8/2017), Samsul Bahri melaporkan yang bersangkutan dengan dugaan penyerobotan tanah. Dengan  nomor laporan STTL/1598/K/VII/ 2017.

Kepada petugas kepolisian, korban menceritakan kronologis peristiwa Dia berharap, pihak kepolisian  bisa mengusut tuntas kasus tersebut sehingga apa yang menjadi haknya bisa kembali lagi.

Penuturan pelapor, kejadian ini berawal saat rumah yang dia tinggali itu terbakar pada tahun 1984. Karena tak ada dana untuk membangunnya kembali, bersama istri dan anaknya mereka pindah ke Painan, Pesisir Selatan, ke  rumah  keluarganya.

"Surat tanah tersebut masih ditangan saya. Keliru jika ada yang mengatakan surat tanah tersebut terbakar. Saat ini saya masih punya bukti bahwa saya pemilik sah tanah tersebut," kata Samsul Bahri dihadapan penyidik kepolisian.

Tahun 2013 di kembali ke Padang untuk melihat kondisi lahan yang dia tinggalkan. Dia kaget karena di lokasi bekas rumahnya yang terbakar sudah dibangun pondasi  rumah oleh terlapor. “Mungkin dia mengira pada saat kebakaran  surat -surat rumah saya itu ikut terbakar, sehingga dia berani mengambil lahan itu dan saat ini sedang dia mulai pembangunan,  tapi  nyatanya sampai saat ini masih ada saya pegang,” ungkap Samsul.

Katanya, beberapa kali dia mencoba mendatangi orang yang  yang mengambil tanahnya itu, tapi malah ancaman yang dia terima. Dia juga mengatakan  antara dirinya dan pelaku tidak ada  hubungan kekeluargaan.

"Saya bukan tipe orang yang suka ribut, dari pada ribut lebih baik saya menghindar. Makanya sejak dia mengancam, saya tak berani lagi untuk mendatanginya lagi,” terangnya.

Di lokasi lahan tersebut, lanjut Syamsul, sudah mulai dibangun pondasi oleh Basir Rajo Labih cs. Karena tak terima, dia pun akhirnya melaporkannya ke pihak Kelurahan. 3 Maret 2013 lalu, pihak Kelurahan  sudah pernah menyurati terlapor dan  meminta agar pekerjaan pondasi itu di tangguhnya sebelum ada penyelesaian di tingkat kelurahan, namun surat permohonan dari kelurahan tak digubris terlapor dan dia tetap melanjutkan pembangunannya.

“Saya tidak tahu lagi kemana mengadu dan apa yang harus saya lakukan, makanya keluarga saya menyarankan agar melaporkannya ke Polisi. Dengan laporan yang saya buat ini , semoga bapak polisi bisa menyelesaikannya ”harapnya.

Laporan Syamsul Bahri diterima oleh anggota SPK Polresta Padang Bripka Suwirmansyah. Katanya laporan korban tersebut akan  diserhakan ketingkat penyidik untuk ditindak lanjuti. ***

Kategori : Padang, Hukum, Peristiwa

Loading...
www www