Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kerap Hujan Ketika Banjir, Warga Tanah Kongsi Desak Perbaikan Drainase

Kerap Hujan Ketika Banjir, Warga Tanah Kongsi Desak Perbaikan Drainase
Hongky Victor, Ketua RT01/RW04, Kelurahan Kampung Pondok saat berdiskusi dengan wartawan parlemen.
Rabu, 20 Juli 2016 20:38 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Kondisi drainase kawasan Tanah Kongsi, Kecamatan Padang Barat cukup memprihatinkan. Apabila curah hujan turun dengan kapasitas tinggi, kawasan yang berada di daerah Kota Tua tersebut dilanda banjir. Kondisi ini meresahkan warga Tanah Kongsi.

Menurut Hongky Victor, Ketua RT01/RW04, Kelurahan Kampung Pondok cepatnya banjir menggenangi Tanah Kongsi disebabkan drainase tersebut sudah tua. Selain itu, terjadinya penyempitan dan pendangkalan drainase menyebabkan aliran air tersumbat.

"Jika hujan datang, rumah warga pada kebanjiran, ada yang terendan setinggi lutut, bahkan setinggi dada orang dewasa pada beberapa titik," ungkap Hongky Victor beberapa hari lalu.

Drainase yang ada dibangun sejak zaman Belanda. Drainase itu dibangun di bawah rumah-rumah warga.Drainase itu selebar 60 cm dengan tinggi 1 meter. Saat ini terjadi penyempitan dan pendangkalan drainase, sehingga ketika hujan datang tak bisa lagi menampung debit air," terangnya.

Dengan terjadinya pendangkalan dan penyempitan, Hongky Victor meminta kepada Pemko Padang agar dilakukan perbaikan drainase. Hongky juga menceritakan dana perbaikan drainase sudah disetujui.

"Sekitar bulan Februari 2016, kami didatangi Pak Herman dan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang untuk meninjau lokasi drainase. Bahkan anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman juga memberitahu dana itu sudah disetujui oleh anggota dan tinggal pelaksanaan," jelasnya.

Warga sangat berharap realisasi rehabilitasi drainase rumah Tanah Kongsi tersebut. Sebagai Ketua Rukun Warga (RT), Hongky Victor bersedia meminta pernyataan kesedian warga secara tertulis diatas materai.

"Kalau ada yang mengatakan warga menolak kegiatan rehabilitasi drainase rumah warga Tanah Kongsi, itu tidak benar. Dulu warga sudah bersedia. Kami pun siap pula meminta kembali persetujuan warga tersebut, kalau perlu pakai materai," tegasnya. (agb)

wwwwww