Loading...    
           
Home > Berita > Umum

Gubernur Sumbar: Puasa Itu Menahan, Bukan Belanja Berlebihan, Akibatnya Terjadi Inflasi

Gubernur Sumbar: Puasa Itu Menahan, Bukan Belanja Berlebihan, Akibatnya Terjadi Inflasi
Ilustrasi
Senin, 13 Juni 2016 10:37 WIB

SAWAHLUNTO - Pola konsumsi rumah tangga di Sumatera Barat yang berlebihan selama Bulan Ramadan menyebabkan ketimpangan dan ketidakseimbangan jumlah supply dan demand kebutuhan pokok di pasaran. Konsekuensi logisnya, persediaan kebutuhan pokok di pasaran menipis dan harganya melonjak. 

Dampaknya, laju inflasi Provinsi Sumatera Barat meningkat drastis selama Ramadan. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak berlebihan dalam membeli, menyiapkan, dan mengkonsumsi makanan dan minuman selama Bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno ketika memberikan sambutan dan arahan dalam Kunjungan Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Mesjid Al-Falah di Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, Sabtu malam (11/6/2016).

Turut hadir sebagai Tim dalam kunjungan tersebut Kepala Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Syahril, Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Irwan, dan Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat Abdul Gafar. Kunjungan Tim Safari Ramadan ke Mesjid Al-Falah ini didampingi oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf beserta segenap jajaran Forkopimda Kota Sawahlunto.

Peningkatankonsumsi masyarakat di Bulan Ramadandimana umat Muslim diperintahkan oleh Tuhannya untuk melaksanakan ibadah puasa melalui pengendalian diri; menahan nafsu, menahan rasa lapar, dan haus menurut Irwan Prayitno adalah ironi yang patut dijadikan catatan dan dipertanyakan.

“Amat disayangkan, di Bulan Ramadan, ketika kita berpuasa tidak makan dan minum, kebutuhan makan minum kita justru lebih banyak dibanding bulan-bulan biasa di luar Bulan Ramadan,” ungkapnya.

Irwan Prayitno menggarisbawahi tingkat konsumsi masyarakat Sumatera Barat selama Bulan Ramadan yang selalu lebih tinggi di antara bulan-bulan lain setiap tahunnya. Berbanding lurus dengan itu, lonjakan inflasi Sumatera Barat paling signifikan setiap tahunnya selalu terjadi di bulan Ramadan.

Lebih lanjut dikatakan, Inflasi pada akhirnya akan merugikan dan menyulitkan masyarakat dan Pemerintah Daerah sebagai pihak yang berwenang mengendalikan dan menjaga harga kebutuhan pokok di pasaran. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat untukmengurangi perilaku konsumsi berlebihan selama Bulan Ramadan sangat diharapkan dalam rangka mencegah inflasi Sumatera Barat merangkak naik.

“Tidak perlu menyiapkan makanan berbuka secara berlebihan. Selain mubazir dan menjadi teman setan, itu juga merugikan karena akan menyebabkan inflasi.” tegasnya.

Sebagai penutup arahan dan kunjungan Tim Safari Ramadan yang diketuainya, Gubernur menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada Pengurus Mesjid Al-Falah berupa uang sebesar Rp.20 juta dan 3 gulung tikar masjid. (Humas)

Editor:Calva
Kategori:Umum, GoNews Group, Sawahlunto, Sumatera Barat

Loading...
wwwwww