Home  /  Berita  /  Peristiwa

Dianggap Ngawur, Ini Alasan PKB Soal Pengangkatan 'Si Bebek Nungging' Menjadi Duta Pancasila

Dianggap Ngawur, Ini Alasan PKB Soal Pengangkatan Si Bebek Nungging Menjadi Duta Pancasila
Ketua Fraksi PKB MPR RI Abdul Kadir Karding, saat menjadi pembicara sosialaisasi 4 pilar. (istimewa)
Sabtu, 09 April 2016 14:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Polemik kasus Pelecehan terhadap simbol negara, yang dilakukan pedangdut Zaskia Gotik dan pengangkatan si goyang itik itu menjadi Duta Pancasila, terus menggelinding. Termasuk di arena Pelatihan untuk pelatih sosialisasi empat pilar MPR bagi para dosen se Provinsi Lampung, Sabtu (09/04/2016).

Beberapa peserta bahkan mengkritisi kebijakan yang diinisiasi fraksi PKB MPR. Pengangkatan Zaskia menjadi duta Pncasila itu sebagai tindakan yang kurang pas. Karena istilah duta Pancasila, semestinya disematkan kepada figur yang lebih mengerti, memahami dan bisa bersikap lebih baik. Bukan malah diberikan kepada figur yang sedang disorot karena melakukan pelecehan terhadap simbol negara.

Menjawab pertanyaan tersebut, Abdul Kadir Karding, Ketua Fraksi PKB MPR RI yang menjadi pembicara dalam pelatihan terebut. Abdul Karding mengatakan, kasus tersebut tak pelu dibesar-besarkan. "Karena sesungguhnya Zaskia tidak sengaja melakukan pelecehan. Kesalahan itu terjadi secara reflek, lantaran ketidak tahuannya terhadap simbol negara," terangnya.

Karena itu Abdul Kadir Karding berharap agar masyarakat bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan Zaskia. Dan tidak perlu mengajukan perkara tersebut ke ranah hukum. Apalagi, tidak selamanya orang yang dihukum itu bisa menjadi lebih baik. Banyak juga orang yang dihukum karena kesalahannya menjadi semakin jahat.

"Pengangkatan Zaskia sebagai duta dikandung maksud agar dia mau belajar, berubah dan memperbaiki diri. Juga diharapkan agar Zaskia turut mensosialisasikan Pancasila. Karena sosialisasi yang dilakukan para artis akan lebih gambang dipublikasikan oleh media dibanding politisi," pungkasnya. ***

Kategori:Peristiwa, Politik
wwwwww