Loading...

Mentawai Dapat Bantuan Satu Unit Kapal Motor dari Kementrian PDT

Mentawai Dapat Bantuan Satu Unit Kapal Motor dari Kementrian PDT
KM. Teluk Mego bantuan Kementrian PDT yang sudah berada di Tuapeijat. (Dishubkominfo)
Senin, 29 Februari 2016 08:27 WIB

MENTAWAI - Awal bulan Februari 2016 lalu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapatkan bantuan satu unit kapal motor dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal tahun anggaran 2015.

Menurut Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Mentawai Amrial di Tuapeijat, kapal bantuan yang diberi nama KM. Teluk Mego yang memiliki mesin gandeng dua masing-masing 250 PK itu akan digunakan untuk memperlancar transportasi laut antar desa maupun menunjang perputaran ekonomi di wilayah Bumi Sikerei dengan melayani 2 titik yakni Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya dan Rokot Kecamatan Sipora Selatan.

“Kapal ini dimaksudkan untuk membantu membuka isolasi daerah tertinggal serta memperlancar transportasi laut antar desa. Untuk sementara kapal ini akan melayani 2 titik yakni Taileleu kecamatan Siberut Barat Daya dan Rokot Kecamatan Sipora Selatan,” jelas Amrial saat ditemui diruangan kerjanya Rabu (24/02/2016).

Untuk peresmian pemakaian KM. Teluk Mego itu sendiri akan dilakukan dalam waktu dekat ini dengam menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kementerian.

“Untuk peresmian kapal ini akan dilakukan dalam waktu dekat ini, sekaligus akan mengundang pihak Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kementrian,“ katanya.

Ia juga mengatakan tahun 2017 Mentawai juga akan mendapatkan satu unit kapal jenis Fery dengan kapasitas 50 penumpang dan juga bisa mengangkut kendaraan roda dan roda empat. Kapal itu akan menyerap anggaran yang bersumber dari APBD Mentawai sebesar 12,5 miliar. Sementara soal tarif kapal, menurut Amrial masih akan diatur lebih lanjut.
Namun, dia memastikan harga tiket akan lebih murah dari kapal penumpang swasta. “Yang jelas pasti ada biaya tiket untuk operasional kapal ini. Kita akan atur tarif kapal ini dalam suatu peraturan supaya ada dasar hukumnya. Itu masih dalam penggodokan,” tuturnya. (Humas/Nobel)

Editor : Calva
Kategori : Kepulauan Mentawai, GoNews Group, Pemerintahan, Ekonomi

Loading...
www www