Loading...

SKPD Harus Berlari Kejar Ketertinggalan

SKPD Harus Berlari Kejar Ketertinggalan
Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, S.Sos pada apel pagi PNS di lingkungan pemerintah daerah setempat.(f/humas)
Kamis, 25 Februari 2016 15:14 WIB
Penulis: Trinanda

LIMA PULUH KOTA-Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Lima Puluh Kota harus berlari mengejar ketertinggalan. Begitu pula pelaksanaan apel pagi PNS, jangan lagi asal-asalan.

Demikian Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, S.Sos dalam arahannya pada apel pagi PNS di halaman kantor bupati setempat, Rabu (24/2)..

“Mulai sekarang kita harus berusaha berlari kencang karena daerah kita sudah jauh tertinggal dari daerah lain,” ujar Ferizal.

            Baginya, kini tak ada lagi cerita kinerja yang berjalan pelan. Sebab, ketertinggalan daerah ini sudah semakin jauh. Bila masih berjalan santai, bisa dipastikan daerah ini tidak akan mampu mengejar daerah lain yang juga semakin berpacu kencang.

“Saya berharap kita benar-benar menekan kerja,kerja dan kerja. Sepanjang tupoksi, tidak ada salahnya eselon 4 langsung ke Bupati. Tapi kalau dalam rangka mencari muka, jangankan eselon 4 eselon 2 saja tidak bisa,” tegas Wabup.

            Terkait dengan Musrenbang Kecamatan yang telah dilaksanakan, lebih lanjut Ferizal mengatakan, semua pihak terkait mesti berlari untuk menterjemahkan, melaksnaakan dan mengiplementasikan apa yang telah dikumpulkan dari Musrenbang tersebut.

            Sementara terkait dengan apel pagi, ia meminta pelapor tidak dengan suara berbisik. Sebaliknya harus dengan suara keras dan bila perlu memakai pengeras suara sehingga dapat diketahui masyarakat sekitar berapa tingkat kehadiran pegawai tersebut.

“Kita tidak mau pelapor dalam apel itu dengan suara lunak seolah bisik-bisik. Melainkan harus dengan kuat sehingga laporan kehadiran itu bisa di cros cek apakah yang dilaporkan sesuai dengan kehadiran sebenarnya,” ujar Ferizal.

Begitu pula pengambil apel, ia meminta digilirkan terhadap eselon 3.

“Jangan lagi ada eselon 3 yang tidak mampu menjadi pengambil apel. Kalau mengambil apel saja tidak bisa, bagaimana mungkin bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan eselon 3. Mohon ini menjadi perhatian bersama,” ucap Ferizal.

Dalam kesempatan itu ia juga meminta jajaran Pemkab lima Puluh kota mulai menggalang bantuan sosial. Terkait dengan bantuan dana sosial tersebut, Ferizal menyebut aakan buat surat edaran untuk meningkatkan kepedulian dengan mengumpulkan bantuan dan untuk kas pertama ia bersama Bupati telah menyiapkan sumbangan pertama sebesar Rp 5 juta.***

Editor : M.Siebert
Kategori : Pemerintahan, GoNews Group, Limapuluh Kota

Loading...
www www