Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
13 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
9 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
6
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Kesehatan
3 jam yang lalu
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Kartun Unik Kritik Tour de Singkarak, Si Bujang Menunggu Pembalap Sampai Lima Jam

Kartun Unik Kritik Tour de Singkarak, Si Bujang Menunggu Pembalap Sampai Lima Jam
Minggu, 04 Oktober 2015 17:13 WIB
Penulis: .
PADANG, GOSUMBAR.COM - Tak hanya itu, komik strip Si Bujang lainnya, bercerita si tokoh utama ini sedang menjadi penonton TdS 2015 yang dimulai pada 3 Oktober 2015. Di depan spanduk 'Tour de Singkarak 2015', Si Bujang nampak duduk melantai kelelahan karena menunggu para peserta lomba yang tak kunjung datang.

Tepat di sebelah Si Bujang, ada empat anak SD yang juga ikut menunggu, berharap dapat menyaksikan atlit-atlit balap sepeda internasional melintas. Anak-anak itu menunggu di pinggir jalan dengan menggunakan masker. Itu merupakan upaya menghindari paparan kabut asap yang sangat mungkin terhisap oleh anak-anak itu.

Si Bujang dan anak-anak tersebut terlibat percakapan sederhana. Salah satu anak SD mempertanyakan orang-orang yang ditunggunya tak kunjung datang, "Mana om pembalapnya? Sudah lima jam ditunggu ...." Kemudian Si Bujang menjawab, "Mungkin mereka lelah."

Iggoy memgaku kecewa di tempat yang seharusnya menjadi lokasi finish peserta TdS, sudah menunggu anak-anak sekolah dari jam 11.00 atau 12.00 WIB. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, sosok-sosok yang mereka tunggu-tunggu tak kunjung datang.

Komik strip tersebut, ia mengatakan, mewakili suara-suara masyarakat setempat yang mengeluh karena sterilisasi untuk jalur TdS merugikan masyarakat. Mereka harus berada di luar ruangan dalam waktu yang lama sementara kabut asap masih menyelimuti Sumbar.

"Kan kasihan, dalam kondisi kabut asap demi TdS. Dan itu mewakili suara masyarakat setempat, gara-gara pengulangan start tadi, akhirnya (masyarakat) terjebak macet, macam-macam keluhan," tutur Iggoy menjelaskan. ***

Sumber : republika.co.id
Kategori : Sumatera Barat, Peristiwa

Loading...
www www