Loading...
Home >  Berita >  Politik

Sudah Dua Kali Menteri Susi Isyaratkan Mundur dari Kabinet

Sudah Dua Kali Menteri Susi Isyaratkan Mundur dari Kabinet
Menteri Susi Pudjiastuti dalam sebuah kegiatan. (twitter pribadi)
Minggu, 01 November 2015 09:56 WIB
Penulis: Calva
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti kembali mengisyaratkan akan mundur dari jabatannya dalam waktu satu hingga dua bulan kedepan. Isyarat itu disampaikan saat memberi paparan kinerja setahun KKP di Jakarta Jumat, 30 Oktober 2015. Dia meminta wartawan tidak lagi mengejar pernyataan dari dirinya tetapi dari jajaran direktur jenderal KKP.

Pernyataan Menteri Susi, adalah yang kedua kalinya diucapkan. Sebelumnya, pada September lalu, Susi Pudjiastuti mengatakan akan memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya daripada membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan. Pernyataan mundur dari Kabinet Kerja Jokowi-JK ini dia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

"Kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, seram Pak. Kalau saya diharuskan gitu, saya resign, Pak dari pekerjaan saya," ujar Susi di Kantor KKP, Senin (7/9/2015).

Kini, Susi mengungkap dengan pernyataan yang sama. Ia mengatakan tak perlu lagi berlama-lama menjadi menteri. Menteri Susi punya alasan, sudah ada perubahan kinerja kementerian di bawahnya ke arah yang lebih baik.

"Saya yakin, tidak perlu berlama-lama di KKP. Semua sudah punya dan tahu working smart, working accountable and integrity, dan itu modal utama," kata Menteri Susi.

Pada bulan Mei lalu, Menteri Susi juga sempat angkat bicara soal adanya iming-iming uang sebesar Rp 5 triliun agar dirinya mundur dari kursi menteri. Menurut Susi, orang yang menawarinya itu adalah pengusaha illegal fishing.

"Illegal fishing. Memangnya perusahaannya enggak punya pribadi," ujar Susi di Istana Kepresidenan, Rabu (13/5/2015).

Susi yang selama ini dikenal keras menindak para pelaku illegal fishing ini pun tak tergiur dengan tekanan itu. Menurut dia, banyak orang yang mau mengeluarkan uang sebesar Rp 5 triliun untuk menggeser dirinya. (***)

Sumber : Tempo.co
Kategori : Politik

Loading...
www www