Prajurit Kostrad Temukan Balita Tengah Peluk Jenazah Ibunya di Bawah Reruntuhan Bangunan di Balaroa

Prajurit Kostrad Temukan Balita Tengah Peluk Jenazah Ibunya di Bawah Reruntuhan Bangunan di Balaroa
Prisilia Andini, bocah perempuan berusia 4 tahun yang ditemukan prajurit Kostrad tengah memeluk jenazah ibunya di bawah reruntuhan bangunan di Balaroa. (merdeka.com)
Senin, 08 Oktober 2018 20:34 WIB
PALU - Prajurit TNI AD dari Kostrad berhasil menyelamatkan seorang anak berusia 4 tahun (balita), di bawah reruntuhan bangunan di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dikutip dari merdeka.com, balita yang kemudian diketahui bernama Prisilia Andini itu ditemukan tengah memeluk erat tubuh ibunya yang sudah meninggal. Keduanya tertimbun reruntuhan rumah mereka di Perumnas Balaroa.

"Sedih juga melihat anak ini. Menangis terus memanggil ibunya yang sudah tidak ada. Dia ditemukan tiga hari setelah gempa. Saat relawan menemukannya di reruntuhan bangunan rumah, anak ini berpelukan dengan ibunya yang telah meninggal dunia," kata Serka Dedy Handoko dari Yonkes 1 Kostrad, Sabtu (6/10).

Prisilia dibawa dan dirawat di rumah sakit lapangan Yonkes 1 Kostrad. Selama dirawat di Rumkitlap, balita itu diberikan dukungan moril serta hiburan. Cara ini diharapkan bisa memperbaiki dan menormalkan suasana hatinya, dan tidak lagi trauma.

Rencananya, Prisilia yang kini telah yatim piatu akan dibawa ke Kota Makassar. Ia ikut pamannya yang telah bersedia mengasuh dan merawatnya. Bocah perempuan satu-satunya ini juga sudah tak lagi memiliki ayah. Ayahnya berpulang sebelum gempa dan tsunami melanda.

''Agar kembali normal pascagempa bumi yang dialami, tim bersama relawan memulihkan suasana hati dan trauma dengan menghiburnya. Ada psikolog yang diturunkan untuk itu. Sedih juga melihat ketika menangis dan memanggil ibunya. Sepertinya, ketika terjadi gempa, ibunya berusaha melindungi anaknya agar tidak terkena reruntuhan bangunan dengan cara memeluknya,'' terang Dedy.

Dedy merupakan prajurit dari Yonkes 1 Kostrad. Selain di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu, bapak dua orang anak itu juga pernah bertugas di Lombok usai gempa bumi melanda. Hanya lima hari bisa menikmati bersama keluarga dan anak-anaknya, pria kelahiran Medan, 26 Mei 1986 kembali melakoni misi kemanusiaannya di Sulteng. Membantu korban-korban gempa dan tsunami.

''Inilah tugas yang harus dilaksanakan. di Rumkitlap Yonkes 1 Kostrad, kami menyediakan lima dokter yang siap melayani dan membantu korban gempa dan tsunami. Rumkitlap Yonkes 1 Kostrad yang kami dirikan dilengkapi UGD dan obat-obatan, kami juga melakukan operasi bagi korban,'' ujarnya.

Setelah sepekan berada di rumah sakit lapangan, Prisilia akhirnya dijemput keluarganya dari Makassar.

Penyerahan dilakukan oleh Wadanyonkes 1 Kostrad disaksikan Febraldi dari Kemensos RI di Rumkitlap Yonkes 1 Kostrad. Palu, Sabtu (6/10).

Saat proses penyerahan berlangsung, nampak sesuatu yang begitu mengharukan. Presilia terlihat senang dan bercampur rasa sedih setelah bertemu dengan keluarganya.

Keluarga Presilia sangat senang dan berterima kasih kepada para prajurit Kostrad yang sudah merawat selama satu minggu usai gadis kecil ini berpisah dengan ibunya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww