Home >  Artikel >  Opini
Opini
Saran buat Para Caleg
Selasa, 23 Oktober 2018 22:34 WIB
SALAH satu pilar demokrasi dalam berbangsa di negeri kita adalah lembaga legislatif. Lembaga yang seharusnya dihuni oleh orang-orang cerdas, bermoral dan selalu pro rakyat. Mereka adalah pejuang rakyat, penampung aspirasi serta jembatan antara pemerintah dan rakyat. Jelas tugas mereka sangat mulia dan tidak main-main.
Indonesia Berduka Lagi
Kamis, 04 Oktober 2018 06:28 WIB
BENCANA gempa berulang terjadi. Baru saja di Lombok dan sekitarnya yang masih menyisakan kehidupan pengungsi di tenda darurat dan memakan korban begitu banyak. Jumat pekan lalu 28 September, berlaku pula kehendak Allah, sebuah gempa dahsyat berkekuatan 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah, yang memakan korban jiwa dan materil begitu banyak.
Kebudayaan bagian penting dalam proses pembangunan baik fisik terlebih kepada pembangunan manusia (human development). Kebudayaan terkait persoalan karakter dan mental manusia yang jadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan.
Adakah Kepantasan dalam Panggung Politik?
Senin, 24 September 2018 07:51 WIB
SEBAGAI rakyat kecil, bisakah kita menerima seorang pemimpin berstatus terpidana? Relakah kita diwakili seorang yang oleh hukum dijatuhi sanksi lantaran didakwa korupsi? Mampukah bangsa kita menerima kenyataan sebagai sebuah takdir kebangsaan, dimana anak cucu kita kelak akan mencatat sejarah bahwa bangsa ini pernah diwakili oleh terpidana?
Opini
Remaja Kurang Minang
Selasa, 11 September 2018 11:27 WIB
DI era globalisasi, pemeliharaan budaya Minangkabau nampaknya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Proses globalisasi dianggap memiliki berbagai dampak baik positif maupun negatif, dari segi positif memiliki dampak yang dapat membantu manusia untuk dapat berkomunikasi secara lebih cepat dengan jangkauan yang luas dengan menawarkan berbagai kemudahan dibidang teknologi informasi komunikasi. Sedangkan proses globalisasi yang westernisasi dianggap memiliki dampak negatif bagi banyak orang. Westernisasi atau yang biasa kita kenal dengan gaya kebarat-baratan ini merupakan pendifusian nilai-nilai barat tersebut kedalam nilai-nilai lokal. Hal ini diindikasikan dengan mulai memudarnya budaya lokal yang lebih sesuai dengan karakter bangsa semakin sulit ditemukan, sementara budaya global kebarat-baratan lebih mudah membaur seiring kemajuan tekhnologi media komunikasi.
Advokasi Media dan Relevansi Zaman
Jum'at, 31 Agustus 2018 15:21 WIB
MARI kita andaikan UU Pers tak ada lagi.  Beberapa media mungkin menjadi korban karena bekerja tanpa perlindungan. Tapi setidaknya kita memperkecil ruang bagi industri media partisan untuk bersembunyi di balik ''kebebasan pers''. 
Aktivis Islam Berpolitik; Sebuah Dilema
Kamis, 23 Agustus 2018 09:58 WIB
JUDUL tulisan ini sangat relevan dengan situasi sekarang, di mana sebentar lagi kita akan melaksanakan Pemilu presiden dan wakil presiden sekaligus Pemilu calon anggota legislatif secara serentak.
Sudahkah Kita Syukuri Nikmat Kemerdekaan?
Rabu, 15 Agustus 2018 16:26 WIB
KITA awali dengan sebuah ayat: ''Jika kalian bersyukur, niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku, jika kalian kufur, maka azab-Ku sangatlah berat'',(QS. Ibrahim: 7).
Opini
ADA suatu masa ketika industri migas di Indonesia sangat berjaya. Saat itu Indonesia masih menjadi net eksportir migas dengan produksi minyak di atas 1 juta barrel per hari. Ketika itu harga minyak sangat tinggi sedangkan lapangan migas raksasa masih mudah ditemukan, tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk eksplorasi. Namun sayangnya di masa itu hampir semua hasilnya disedot oleh Pemerintah Pusat, daerah penghasil hanya melihat tanpa bisa melakukan apa-apa. Bahkan di masa itu lingkungan tempat tinggal para karyawan oil company seperti negara di dalam negara, perumahan mereka sangat megah dengan fasilitas pendidikan, kesehatan dan bahkan hiburan kelas satu namun masyarakat di sekitanya seperti tidak tersentuh, banyak yang hidupnya masih jauh di bawah garis kemiskinan.
Tulisan Bagian 4 Riau Menuntut Blok Rokan
RENCANA pengembangan lapangan yang pertama kali akan diproduksikan dalam suatu Wilayah Kerja wajib mendapatkan persetujuan Menteri berdasarkan pertimbangan dari Badan Pelaksana dan setelah berkonsultasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi yang bersangkutan . Begitulah secara tegas bunyi pasal 21 ayat 1 Undang- undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang diundangkan pada masa Presiden Megawati.
Tulisan Bagian 3 Riau Menuntut Blok Rokan
Mengawal Pancung Alas (tak) Terlepas
Jum'at, 03 Agustus 2018 08:58 WIB
MENYIKAPI pemerinah pusat Jakarta terkait tidak dipandangnya Riau terkait pengelolaan Blok Rokan Datuk Seri Al Azhar mengistilahkan Riau hidup dalam kutukan. Riau miskin dalam kubangan kekayaan sumber daya alam, Riau kelaparan dalam lumbung tumpukan makanan.
Riau Menuntut Blok Rokan
Pemerintah Tidak Menganggap Riau Ada
Kamis, 02 Agustus 2018 10:13 WIB
CHEVRON dan Pertamina adu “panco” berebut Blok Rokan Riau, kedua perusahaan itu sama- sama kuatnya meyakinkan pemerintah Indonesia untuk dipilih sebagai pemenangnya. Perusahaan asing dan nasional intensif meloby mematut dan mempersenjatai diri.
Opini
Auman Amin Rais Teruntuk Blok Rokan Riau
Rabu, 01 Agustus 2018 12:34 WIB
UNTUNG saja tokoh reformasi Amin Rais berteriak lantang tegak berdiri menantang presiden RI tatkala Lembaga Adat Melayu (LAM) dilanda gundah gulana berikhtiar disertai tenaga ekstra luar biasa mengambil haknya atas pengelolaan Blok Rokan sepakat bulat mengusung perjuangan dengan pekik “Rakyat Riau Menuntut”.
Benarkah Hidup Susah Sekarang?
Senin, 30 Juli 2018 22:31 WIB
PERTANYAAN di atas banyak disebut-sebut saat ini, apakah ada kaitannya dengan tahun politik? Jawabannya bisa iya, bisa tidak.
Berhaji Baru Sebatas Formalitas
Rabu, 25 Juli 2018 20:08 WIB
SETIAP tahun, alhamdulillah, umat Islam Indonesia menunaikan ibadah haji sekitar 200 ribu. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah yang juga imam besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nazarudin Umar mengatakan, ''perjalanan haji yang kaya dengan nilai-nilai spritual harus benar-benar membawa pulang haji mabrur''.
Jadilah Orang Baik
Senin, 02 Juli 2018 20:14 WIB
JUDULNYA ringan-ringan saja, tapi susah meraihnya. Menyebut orang baik jelas erat hubungannya dengan agama. Kita tahu di dunia ada 22 agama, 6  diantaranya ada di Indonesia.
Dicari, Calon Gubernur Riau Peduli Gambut
Kamis, 21 Juni 2018 20:40 WIB
ADA hal yang menarik saat penulis berjumpa dengan orang-orang di luar Sumatera. Hampir setiap orang baru pertama kali penulis bertemu dan ngobrol di bandara atau di stasiun kereta, umumnya mereka kenal dengan Riau. Sayangnya, mereka kenal justru karena kebakaran hutan, musibah asap dan korupsi.
Opini
MASA tenang pemilu adalah larangan kampanye politik sebelum Pilkada dan Pemilu. Di bawah aturan mengenai masa tenang kampanye ini, pada beberapa yurisdiksi, misalnya Slovenia, melarang penyebutan apapun terkait kandidat pada hari pemilu. Beberapa yurisdiksi telah menyatakan secara hukum bahwa masa tenang kampanye merupakan bentuk pelanggaran hukum terhadap kebebasan berbicara. Namun demikian, masa tenang kampanye ini digunakan di dalam dunia demokrasi untuk mengimbangi kampanye yang telah dilakukan dan menjaga kebebasan lingkungan pemungutan suara.
Jurnalisme di Bumi Manusia
Minggu, 03 Juni 2018 14:44 WIB
''BUMI MANUSIA'' adalah istilah yang saya pinjam dari judul novel Pramoedya Ananta Toer yang sekarang hangat dibicarakan di ''Bumi Indonesia'' karena akan difilmkan. Bumi Manusia adalah tempat makhluk hidup bernama manusia yang dalam kesehariannya menggunakan akal pikiran atau logika. Sedangkan manusia yang derajat intelektualnya lebih tinggi menggunakan pikirannya untuk berdialektika.
Politisasi Ramadhan
Kamis, 24 Mei 2018 19:19 WIB
BULAN Ramadhan telah tiba. Umat Muslim tentu menyambutnya dengan suka cita karena pada bulan ini Allah menjanjikan pintu surga terbuka luas dengan memperbanyak amalan ibadah di sepanjang menjalankan puasa pada bulan penuh berkah ini.
DALAM hitungan hari ke depan, masyarakat Indonesia akan mengadakan hajatan besar dalam rangka mencari pemimpin, baik di tingkat daerah maupun pusat. Pemimpin terpilih diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi lebih bermartabat.
PEKANBARU - Penangkapan terhadap jaringan teroris pelaku penyerangan Polda Riau terus dilakukan. Hingga saat ini, sudah delapan orang ditangkap Densus 88 yang bergerak bersama tim dari Polda Riau.
www www