Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bus Gumarang Jaya Tabrak 5 Siswa SD, 3 Tewas dan 2 Kritis
Peristiwa
5 jam yang lalu
Bus Gumarang Jaya Tabrak 5 Siswa SD, 3 Tewas dan 2 Kritis
2
22 Fakta Menarik Masjid Jogokariyan yang Saldo Kasnya Selalu Nol Rupiah
Umum
23 jam yang lalu
22 Fakta Menarik Masjid Jogokariyan yang Saldo Kasnya Selalu Nol Rupiah
3
Ilham Saputra Resmi Jabat Ketua KPU RI Gantikan Arief Budiman
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ilham Saputra Resmi Jabat Ketua KPU RI Gantikan Arief Budiman
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Pemda Diapresiasi, Berikut Ini 6 Catatan Lanjutan Suksesi Vaksinasi dari Kemendagri

Pemda Diapresiasi, Berikut Ini 6 Catatan Lanjutan Suksesi Vaksinasi dari Kemendagri
Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori, dalam Rapat Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Senin (29/3/2021). (foto: ist./puspen kemendagri)
Senin, 29 Maret 2021 17:05 WIB
JAKARTA - Analisa dan evaluasi pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah menyebut bahwa vaksinasi telah berlangsung sesuai arahan Kemenkes. Karenanya, Sekjen Kemendagri (Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri), Hudori, menyatakan apresiasinya kepada Pemda-Pemda (Pemerintah Daerah) yang ada.

Kemendagri, kata Hudori dalam siaran Puspen yang dikutip GoNews.co, Senin (29/3/2021), terus mendorong sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, melalui berbagai langkah dalam suksesi agenda vaksinasi.

Beberapa hal yang menjadi catatan diantaranya; Pertama, Forkopimda yang kompak menjadi kunci dalam melakukan kontrol sosial terhadap masyarakat untuk mendukung vaksinasi. Kedua, Pemda dapat melakukan inovasi dan variasi untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing. Ketiga, seluruh pihak yang terlibat dari tingkat pusat, daerah, sampai desa, agar tetap konsisten dalam penanganan Covid-19.

Keempat, akselarasi dan optimalisasi tracing, testing, dan isolasi (treatment) perlu ditingkatkan. Kelima, pembentukan tim tracing pada setiap daerah sampai pada level terbawah perlu ditingkatkan. Keenam, Pemda membuat startegi prioritas sasaran penerima vaksin dengan menggunakan data Dukcapil, by name by address dan data Dinas Kesehatan (mana orang yang komorbid) sehingga vaksinasi yang dilakukan dengan keterbatasan vaksin dapat dilakukan dengan tepat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Pemerintahan
wwwwww