Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peras Walikota Tanjungbalai, Penyidik KPK Ditangkap Propam Polri
Peristiwa
11 jam yang lalu
Peras Walikota Tanjungbalai, Penyidik KPK Ditangkap Propam Polri
2
Fadel Muhammad Bahas Penyediaan Vaksin Sputnik dengan Dubes Rusia
Kesehatan
12 jam yang lalu
Fadel Muhammad Bahas Penyediaan Vaksin Sputnik dengan Dubes Rusia
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Waspadai Klaster Penjara, LP Kelas II A Bukittinggi Terapkan Prokes Bagi Warga Binaan

Waspadai Klaster Penjara, LP Kelas II A Bukittinggi Terapkan Prokes Bagi Warga Binaan
Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi, Marten saat menggelar pertemuan dengan Pengurus PWI Bukittinggi, Kamis 17 Desember 2020.
Jum'at, 18 Desember 2020 19:36 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Menghadapi masa Pandemi Covid - 19 tahun 2020 ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi di Biaro telah melakukan program asimilasi Covid -19 kepada 121 warga binaannya.

Terkait hal itu, Kepala Lapas Kelas II A Bukittinggi, Marten mengatakan pada gosumbar Jumat 18 Desember 2020, saat ini LP Bukittingggi Kls II A Bukittingggi dihuni 684 warga binaan, sedangkan idealnya hanya bisa menampung 284 warga binaan atau saat ini dalam keadaan sudah over kapasitas, terangnya.

Marten menjelaskan, Pandemi Covid -19 telah mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat, tak terkecuali di LP Bukittinggi yang terus berupaya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid -19 bagi warga binaan.

Melalui langkah nyata dengan selalu menerapkan protokol kesehatan baik itu warga binaan ataupun keluarga warga binaan yang berkunjung le Lapas.

"Saat ini, sebanyak 73 persen warga binaan tersebut terlibat dengan kasus narkoba, sedangkan selebihnya merupakan warga binaan yang tersandung pidana umum, " ujar Marten.

Dengan kondisi over kapasitas itu kejadian menonjol di dalam LP sendiri tercatat nihil. Semua itu tercipta dengan kedekatan yang dilakukan pada warga binaan, serta ketegasan yang tidak ada tawar menawar, sambungnya.

Disebutkan juga oleh Marten, kalau ada yang membuat keributan di dalam LP sendiri, Kalapas menciptakan ketegasan untuk memindahkan mereka ke Lapas lain dan hal itu adalah yang sangat ditakutkan oleh warga binaan, ucapnya.

Sebagai lembaga yang cukup besar, warga binaan sudah melebihi kapasitas dan tidak berimbang dengan petugas yang ada hanya 62 orang.

Dengan melakukan pengawasan yang sangat ketat, selama tahun ini, tidak ada warga binaan yang mencoba melarikan diri atas zero kasus.

Dari segi pembinaan sendiri yang dilakukan Lapas yaitu mengajarkan warga binaan dalam baca Alquran serta menghadirkan ustad untuk siraman rohani dengan sistem daring, tambahnya.

Selain itu, juga memanfaatkan penjara lama yang ada di jalan perintis kemerdekaan untuk bercocok tanam serta pengembangbiakan bebek yang dikerjakan seluruhnya oleh warga binaan.

"Sesuai dengan tugas kami, yang paling penting di dalam LP itu adalah membuat warga binaan senyaman mungkin. Pada tahun ini, kita juga mencatat nihil kejadian menonjol dalam Lapas. Dengan pembinaan dan ketegasan yang kita lakukan, bisa dipahami serta diterima oleh seluruh warga binaan," pungkasnya.(**)

wwwwww