Home  /  Berita  /  Umum

Usai Kejadian Polisi Tabrak Kereta Api, Giliran Bus Rombongan Brimob Terguling di Kerinci Jambi

Usai Kejadian Polisi Tabrak Kereta Api, Giliran Bus Rombongan Brimob Terguling di Kerinci Jambi
Bus membawa personel Brimob yang mengalami kecelakaan dan terguling di Jalan Muara Emat, Kerinci, Jambi, Rabu (16/12/2020). Foto/Ist
Rabu, 16 Desember 2020 22:55 WIB
JAMBI - Bus membawa personel Brimob dari Kota Sungaipenuh menuju ke Palembang mengalami kecelakaan dan terguling di Jalan Muara Emat, Kabupaten Kerinci , Rabu (16/12/2020).

Kapolres Polres Kerinci langsung memerintahkan Wakapolres bersama petinggi Brimob Polda Jambi langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat kondisi personel dan bus yang terguling tersebut."Bus membawa brimob terguling di jalan Muara Emat," ungkap salah seorang warga sekitar seperti dilansir GoNews dari SINDOnews.

Terjun Bebas, Mobil Hantam Rumah Warga di Batam Pengemudinya Luka-lukaUnggul Hitung Cepat, Fadhil-Bakhtiar Runtuhkan Dinasti di Batanghari Jambi

Belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut. Namun di lokasi memang sering terjadi kecelakaan dan mobil masuk jurang karena medan jalan sangat berbahaya, kondisi jalan menurun.

Diketahui, bus nahas tersebut mengangkut rombongan personel Brimob dari Palembang untuk mengamankan Pilwako Sungaipenuh dan Pilgub Jambi di Kota Sungaipenuh dan Kerinci.

Sebelumnya, insiden tabrakan kereta api (KA) dengan mobil patroli polisi terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Kejadian itupun menjadi sorotan publik.

Banyak warganet berkelakar meminta agar KA tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena membahayakan nyawa polisi.

Laporan mengenai tabrakan maut KA vs mobil patroli yang diunggah oleh akun Facebook tvOneNews pada Senin (14/12/2020) dibanjiri beragam komentar publik.

Publik mengaitkan insiden tabrakan maut tersebut dengan penembakan enam anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Dari hasil rekonstruksi, polisi berdalih menembak mati keenam laskar FPI lantaran mereka melakukan penyerangan hingga membahayakan nyawa aparat.

Banyak warganet berkelakar, meminta polisi langsung menetapkan KA sebagai tersangka karena KA tersebut telah menyerang aparat dan membahayakan nyawa mereka.

Salah satunya akun Facebook bernama Zhamel Dhany yang menyarankan polisi langsung menetapkan status tersangka pada KA tersebut tanpa gelar perkara terlebih dahulu.

"Tangkap langsung kereta apinya, tidak perlu gelar perkara, sudah jelas itu mebahayakan petugas," kata Zhamel Dhany.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Sindonews dan Suara.com
Kategori:Peristiwa, Umum
wwwwww